logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 SEMARANG
Line

Polisi Temukan Granat untuk Takuti Warga

SALATIGA - Setelah menggeledah sekitar satu jam, jajaran Polres Salatiga akhirnya berhasil menemukan granat yang dipergunakan Prasetyo (45) untuk menakut-nakuti warga Pungkursari, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo Salatiga, Senin siang (13/12). Granat yang ternyata hanya tiruan tersebut ditemukan di bengkel miliknya di Jalan Bungur 15 Salatiga

Penggeledahan dipimpin Kasat Reskrim Polres AKP Bambang Sutanto dan Kasat IPP AKP Wisnu dengan disaksikan tokoh masyarakat dan puluhan warga Pungkursari.

Penggeledahan itu mengakibatkan arus lalu lintas di jalan sekitar bengkel macet. Tersangka Prasetyo yang dikawal sejumlah anggota polisi ikut menyaksikan upaya tersebut.

Bengkel milik tersangka yang terdiri atas dua lantai terletak di pertigaan Jl Pemotongan dan Jl Bungur. Itu merupakan jalur lalu lintas yang cukup padat dan berdekatan dengan Jl Jenderal Sudirman.

Pada awalnya, polisi menggeledah lantai dua, tapi tidak menemukan barang tersebut. Penggeledahan dilanjutkan di lantai bawah, tempat bengkel berada. Granat tiruan yang ditemukan polisi tersimpan di dalam kaleng bekas oli.

Sebelum mengetahui benda itu sebagai granat tiruan, polisi dan warga tampak berhati-hati memegangnya. Namun, begitu mengetahui bahwa barang itu tiruan, sejumlah warga berebut memegangnya.

Warga Jangan Resah

Bambang mengungkapkan, dengan ditemukannya granat yang dipergunakan Prasetyo untuk menakut-nakuti warga Pungkursari, dia berharap agar warga tidak resah lagi. Pasalnya, barang itu ternyata hanya granat tiruan.

"Pelaku mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi perbuatannya. Meskipun demikian, kami akan mengenakan pasal penganiayaan dan tindak pidana ringan dengan hukuman maksimal tiga bulan penjara," ujar Bambang.

Seperti diketahui, Warga Pungkursari Kelurahan Salatiga Kecamatan Sidorejo Salatiga resah setelah Polres Salatiga melepaskan Prasetyo, warga RT 3 RW 1 Margosari Kelurahan Salatiga Kecamatan Sidorejo. Pada Rabu malam (6/12), Prasetyo dalam keadaan mabuk menganiaya seorang warga Pungkursari sembari menakut-nakuti dengan granat nanas yang dibawanya.

Setelah dilaporkan ke Mapolres Kamis (7/12) dan rumahnya digeledah, granat yang dimaksud tidak ditemukan. Keesokan harinya pelaku dibebaskan.

Merasa tidak puas dengan penanganan polisi. Lalu, sekitar 70 warga mendatangi Kodim 0714 dan Mapolres Salatiga, Sabtu (11/12). (H2-91e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA