| Rabu, 15 Desember 2004 | SEMARANG |
Dimintai Uang "Orang Kejari"SEBELUM memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwodadi Kepala Kantor Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Dra Isti Harini ditelepon orang yang mengaku dari Kejari. Si penelepon mengatakan, Kepala Kejari Purwodadi hendak pergi ke Jakarta. "Intinya dia meminta uang kepadanya untuk 'sangu' ke Jakarta," ujar Isti. Bahkan, penelepon juga sudah memberikan nomor rekening kepadanya. "Orang Kejari" itu menghubunginya berkali-kali. Karena tidak yakin, kemudian dia memerintahkan stafnya untuk tidak menanggapi. "Staf saya minta menjawab bahwa saya sedang menghadap Kepala Kejari dan Kasi Intel," tuturnya. Meski sudah diberi penjelasan demikian, penelepon gelap tersebut tetap menghubunginya. "Dia juga mengaku bernama Rahardjo. Anehnya, logatnya kok Batak. Padahal, Rahardjo itu logatnya Solo." Dikatakan logatnya tidak sesuai, penelepon gelap itu kemudian menutup telepon. Sebentar kemudian, dia menghubunginya lagi dengan logat ala Solo. Saat hal itu dimintakan konfirmasi ke Kasi Intel Kejaksaan Negeri Purwodadi Rahardjo BK SH, dia menyatakan tidak pernah menghubungi Kepala Kantor Perindag. Dia juga merasa heran adanya orang yang mengaku-ngaku dari Kejari tersebut. "Saya tadi juga ditanyai Ibu Isti, apakah saya menghubunginya. Saya jawab tidak, karena memang tidak pernah menghubunginya," tandasnya. Atas kejadian itu, mungkin ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab mencari keuntungan pribadi terkait dengan pemanggilan Kejari terhadap Kepala Kantor Perindag dengan adanya laporan dari masyarakat soal penyaluran dana PER.(H3-64j) |