logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 SEMARANG
Line

Aksi Mogok Bus Berlanjut

  • Retribusi Macet

UNGARAN - Aksi mogok awak bus jurusan Semarang-Yogya dan jurusan Semarang-Purwokerto di terminal Bawen, kemarin, masih berlanjut.

Pasalnya, empat tuntutan yang diajukan belum terpenuhi. Jumlah bus yang mogok kali ini lebih banyak dibandingkan dengan aksi sehari sebelumnya. Pada aksi kemarin, ujar Kepala Terminal Pongki Suskindiarto SH, setidaknya ada 140 bus berjejal memenuhi terminal tersebut. Semalam, sebagian dari awak bus tersebut menginap di terminal.

Akibat dua hari aksi mogok, lanjut dia, praktis tidak ada pendapatan retribusi ke terminal. Fungsi terminal sebagai pelayanan publik pun lumpuh. "Karena terminal dipenuhi oleh bus yang mogok sehingga bus dan angkutan umum lainnya tidak terkena pungutan karena mereka lewat luar terminal," ungkapnya.

Padahal, setiap hari retribusi yang masuk ke terminal Bawen Rp 350.000 - Rp 375.000. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan terminal lain, seperti Semarang, Solo, Salatiga, Yogya, dan Purwokerto. "Meski ada penumpang yang kesulitan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta atau Purwokerto, jumlahnya tidak banyak karena sebelumnya mereka sudah tahu ada demo," lanjut dia.

Sekitar pukul 12.30, perwakilan beberapa perusahaan otomotif (PO) berkoordinasi dengan Satlantas di kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang. Pada kesempatan itu, Kasatlantas AKP Koesnoto menegaskan, jika PO akan menarik keluar busnya, aparat Polres memberi jaminan keamanan.

"Untuk jaminan keamanan, kami bersedia mengawal sampai ke garasi," tutur dia.

Sementara itu, Robby wakil dari PO Sumber Alam menyatakan permasalahan tersebut begitu dilematis. "Kami ingin solidaritas itu ada tapi pada sisi lain DLLAJ Provinsi juga menginstruksikan untuk menarik bus keluar terminal. Bila tidak maka izin trayek kami akan dicabut," ungkapnya.

Meski terjadi sedikit ketegangan di antara pengemudi, pada dasarnya mereka sepakat ingin segera keluar dan bekerja seperti biasa. Begitu pun Mardiono perwakilan bus Maju Makmur menginginkan hal yang sama. "Penarikan itu untuk mengamankan aset perusahaan," tuturnya.

Sebagian Bubar

Sekitar pukul 14.30, bus Sumber Alam, Ramayana, RP Jaya, dan Trisakti A berangsur-angsur keluar terminal. Akan tetapi, bus-bus yang lain masih berada di dalam karena mereka menuntut lima rekan yang terlibat percekcokan pada Senin (13/12) sore dan kini ditahan di Polres Semarang agar dikeluarkan.

Kelima orang tersebut adalah sopir bus Budiman, Kusnadi, dan empat awak bus lainnya, yaitu Jafar, Karno, Mulyono, dan Budi. Perkelahian terjadi karena Kusnadi tidak bersedia memberhentikan bus di terminal.

Kapolres AKBP Drs Agus Sukamso MSi berusaha memenuhi tuntutan para sopir.

"Kami sudah memeriksa saksi-saksi perusakan yang terjadi di Bedono, Jambu. Untuk memproses lebih lanjut belum cukup bukti," ujar dia.

Penangguhan sopir bus Maratama, Much Fadil, pun belum bisa dilakukan.

Sementara itu, ujar Kapolres, kelima awak bus yang terlibat perkelahian saat ini belum ditahan. "Satu di antara mereka diduga sebagai provokator karena mencegat bus Budiman dengan mengancam. Saat ini mereka masih diperiksa," imbuhnya. (rny-91j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA