logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 SEMARANG
Line

Serangan Epilepsi Hanya Sesaat

SEMARANG - Hingga saat ini, masyarakat sulit menghilangkan stigma bahwa epilepsi itu penyakit menular. Padahal stigma itu tidak benar. Hal itu ditegaskan dr Endang Kustiowati SpS(K), neurolog konsultan RS dr Kariadi, menanggapi berita di berbagai media massa ada penderita epilepsi yang meninggal di parit baru-baru ini. ''Serangan epilepsi itu terjadi sesaat. Selanjutnya penyandang akan normal kembali. Penyakit itu merupakan gangguan fungsi otak berupa serangan/kejang akibat lepasnya muatan listrik otak yang berlebihan dan berulang-ulang,'' jelasnya kemarin.Untuk menekan letupan-letupan listrik tersebut maka penyandang harus minum obat secara teratur.

Berkaitan dengan itu, Kota Semarang mendapat kehormatan menggelar acara Pertemuan Ilmiah Nasional I Epilepsi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi). Kegiatan itu bekerja sama dengan Perhimpunan Penanggulangan Epilepsi (Perpei), Bagian Neurolog FK Undip, dan Perdossi Cabang Semarang.

Acara akan diselenggarakan 16-18 Desember di hotel Patra Semarang Convention Centre.

''Pertemuan ilmiah ditujukan bagi masyarakat, khususnya rekan sejawat dalam menyatukan pandangan serta membuat standar penyembuhan yang terbaik bagi penderita," ujar Endang.

Masyarakat dapat mengikuti Simposium Umum ''Mencegah dan Menangani Epilepsi'' yang diadakan Kamis (16/12), pukul 10.00-12.00 dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 25.000. (hrn-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA