| Rabu, 15 Desember 2004 | SEMARANG |
Aziz Raih Emas Olimpiade Sains Internasional
SEMARANG-Aziz Adi Suyono siswa kelas III SMP Negeri 9 Cilacap menyumbang salah satu medali emas dalam International Junior Science Olympiad (IJSO) yang berakhir Selasa (14/12) di Jakarta. Secara keseluruhan Indonesia meraih juara umum dalam olimpiade sains internasional tingkat SMP yang diikuti 30 negara itu dengan mengumpulkan delapan medali emas dan empat perak. Posisi kedua diraih oleh China Taipei dengan lima emas, disusul Thailand dua emas, dan tiga emas lain dibagi rata antara Korea Selatan, Kazakhtan, serta Rusia. Dari 12 peserta IJSO dari Indonesia, selain Aziz, emas disumbangkan oleh Achmad Furqon (SMP Bina Insan Bogor, Jawa Barat), Andika Afriansyah (SMP Nusantara makassar, Sulsel), Stephanie Senna (SMPK IPEKA Tomang DKI Jakarta), Wayan Wicak Ananduta (SMP I Bekasi, Jawa Barat), William (SMP Sutomo I Medan, Sumut), Ria Ayu Pramudita (MTsN Malang I, Jawa Timur), dan Diptarama (SMP 252 Jakarta). Sedang empat medali perak dalam kejuaraan yang digagas Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan Himpunan Fisika Indonesia (HFI) untuk meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran science (Fisika, Kimia, dan Biologi) sejak di tingkat SLTP itu dipersembah oleh Fransiska Putri Wira H (YPJ Kuala Kencana, Mimika), Petrus Yesaya S (SLTPN II Jayapura, Papua), Carolina Jessica (SLTP Xaverius I Palembang), dan Dewi Kusumawati (SLTPN I Seputih Surabaya, Lampung). Tanpa Tes Kasubdin Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas P dan K Jateng Drs H Soekasdi mengatakan, para siswa yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional dalam olimpiade sains SD dan SMP akan mendapat kemudahan masuk jenjang sekolah diatasnya tanpa tes seleksi penerimaan siswa baru. ''Kami sudah berkoordinasi membahas masalah ini dengan sekolah-sekolah. Mudah-mudahan apa yang diraih para siswa itu dapat memacu prestasi siswa lain,'' ungkap dia, Selasa (14/12). Dinas P dan K Jateng, lanjut dia, mengimbau kepada sekolah-sekolah di seluruh Jateng untuk sedini mungkin mempersiapkan olimpiade sains dengan mengadakan seleksi secara berjenjang mulai tingkat sekolah, kecamatan, hingga tingkat kabupaten/kota. Selain itu, pihaknya juga memberikan school grant yakni dana subsidi kepada sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan untuk siswa, guru dan tenaga administrasi sekolah. ''Tahun ini kami memberikan school grant kepada 427 SMP. Masing-masing SMP mendapat Rp 30 juta yang bisa digunakan untuk mempersiapkan wakil-wakil sekolah itu untuk mengikuti lomba mata pelajaran, lomba sains, dan Porseni,'' ujarnya. (wid-84) Ke-12 Siswa SLTP yang mengikuti IJSO Achmad Furqon SMP Bina Insan, Bogor Andika Afriansyah SMP Nusantara, Makassar Aziz Adi Suyono SMP 9, Cilacap Carolina Jessica SMP Xaverius 1, Palembang Dewi Kusumawati SMP 1 Seputih Surabaya, Lampung Diptarama SMP 252, Jakarta Fransisca Putri Wira H YPJ Kuala Kencana, Mimika Petrus Yesaya Samori SMP II, Jayapura Ria Ayu Pramudita MTS N Malang I, Malang Stephani Senna SMPK IPEKA Tomang, Jakarta Wayan Wicak Ananduta SMP 1, Bekasi William SMP Sutomo 1, Medan |