logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 SEMARANG
Line

Menara Masjid Kauman Harus Diteliti Ulang

SEMARANG - Kemiringan menara Masjid Besar Kauman harus diteliti ulang oleh tim independen yang bisa bekerja secara transparan. Dalam penelitian itu, tim juga harus meneliti kekuatan konstruksi menara.

Pernyataan itu disampaikan anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono ST, Selasa (14/12). Dia menuturkan, ketika melakukan kunjungan kerja untuk melihat saluran di sekitar kawasan Kauman, dia sempat mengamati menara itu.

''Dari pengamatan saya, menara itu memang agak miring. Tetapi untuk membuktikan hal itu, harus memakai alat,'' kata alumnus Fakultas Teknik Sipil Undip tersebut.

Menurut dia, tim independen harus transparan dan bisa membuktikan kepada publik tentang kondisi bangunan itu. Sehingga, yang dilakukan bukan hanya mengukur kemiringan, tetapi juga konstruksi bangunan. Jika perlu, tim tersebut juga harus mencocokkan kondisi bangunan dengan spesifikasi yang direncanakan.

Secara terpisah, Ahli Geodesi Undip, Ir Bambang Sudarsono MS mengatakan, bisa saja menara itu tidak miring, tetapi justru bangunan di sekitarnya yang dijadikan pembanding. Namun, hal itu juga harus dibuktikan dengan peralatan, antara lain teodolit.

Masih Terbuka

Prinsip kerja alat itu, seperti orang memasang benang dengan pemberat lima kilogram di atas gedung. Sementara itu, juru bicara Masjid Kauman, Ir Khammad Ma'sum sebelumnya mengatakan masih terbuka atas masukan dan informasi yang berkembang di kemudian hari. Menurut dia, pembangunan menara itu merupakan bantuan Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Kimtaru) Jateng senilai Rp 450 juta.

Pembangunan menara itu merupakan bagian dari rencana induk pembangunan dan renovasi Masjid Agung Semarang (Kauman). Berdasarkan rencana anggaran belanja (RAB), dana yang dibutuhkan sebesar Rp 10 miliar dengan pengerjaan bertahap.

''Pada tahap ini, telah diselesaikan pembangunan tempat wudlu bagian utara dan selatan, kantor pengurus, ruang pertemuan, dan tempat shalat wanita, yang menelan biaya Rp 1 miliar,'' ungkap dia. Dana itu, sambungnya, diperoleh dari bantuan Gubernur Jawa Tengah. Pada tahap berikutnya, direncanakan renovasi dan pengecatan atap masjid dan pembangunan rumah imam.

''Untuk renovasi itu, memanfaatkan dana yang tersedia sebesar Rp 500 juta, berasal dari sumbangan H Sutrisno Suharto (mantan Wali Kota Semarang-Red),'' ungkap dia.(G6,G17-64a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA