logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 INTERNASIONAL
Line

Filipina Berduka, Poe Jr Meninggal

MANILA - Filipina berduka cita atas meninggalnya bintang layar lebar legendaris Fernando Poe Jr, karena menderita stroke, Selasa kemarin. Dia nyaris menggeser Gloria Macapagal Arroyo dalam pemilihan umum Mei lalu.

"Da King telah tiada" demikian judul berita harian Daily Inquirer mengenai aktor film laga yang dipuja jutaan rakyat Filipina.

Sejumlah tokoh dari kubu Poe mengatakan mereka sedang mempertimbangkan kemungkinan akan meminta kesediaan istri Poe, Susan Roces, untuk menggantikan posisi suaminya memimpin pihak oposisi terhadap pemerintah Arroyo.

Kabar mengenai kematian dan sakitnya Poe mengalihkan perhatian semua warga akan masalah ledakan bom, Minggu lalu, serta masalah banjir yang telah memporak-porandakan sejumlah provinsi di timur laut Filipina.

"Apa yang telah dilakukannya hanyalah sebatas dunia hiburan," kata Alex Magno, seorang komentator politik dan sekaligus penasihat Arroyo dalam harian Philippine Star.

"Dirinya mengisi kekosongan figur khayalan dari warga Filipina, yang mempunyai gambaran dan citra yang jauh lebih besar dari kenyataannya."

Para sejawat bintang film dan politikus bergegas ke rumah sakit tempat Poe dirawat dan jutaaan lainnya berdoa bagi kesembuhannya di gereja-gereja Katholik yang ada diseluruh pelosok negeri.

Jazadnya disemayamkan di Gereja Manila untuk memberikan kesempatan masyarakat luas guna menyampaikan belasungkawa.

Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada semua orang yang telah memberikan dukungan dan doanya, demikian pernyataan pihak keluarga yang diwakili Susan Tagle, kemarin.

Bintangi 200 Film

Poe membintangi lebih dari 200 film sejak tahun 1950-an. Dia adalah sosok pahlawan kuat dan pendiam di dalam film antara lain Muslim Magnum.357 dan epik cerita anak-anak Ang Panday mengenai seorang tukang besi yang membuat pedang sakti.

Sebagai tokoh politik yang dicintai yang tak lulus SMA, Poe nyaris menggeser Arroyo, dengan selisih dukungan suara sebanyak 3 persen. Dia menjanjikan kesejahteraan sebagai kebutuhan yang paling dasar bagi rakyat Filipina .

Kelompok akar rumput berjejal-jejal datang di setiap acara tur kampanye namun konsep rencana ekonominya yang tak jelas membuat para penanam modal asing merasa "kurang nyaman".

Setelah pemilu Mei lalu, pihak oposisi mengajukan pengaduan akan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak Arroyo. Keputusan Pengadilan Tinggi seharusnya dibacakan kemarin, namun ditunda hingga setelah tahun baru atas permintaan kedua belah pihak.

Poe mengeluh pusing dan limbung serta sakit kepala saat dia menjadi tuan rumah dalam pesta yang diselenggarakannya di studio filmnya Sabtu lalu.

"Dia adalah seorang yang sangat baik dan santun," kata Antony Pamituan seorang pengagum dan sekaligus pendukung politiknya di luar rumah sakit setelah mendengar kabar kematiannya. (ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA