| Rabu, 15 Desember 2004 | INTERNASIONAL |
Zona Hijau Dibom Lagi Tujuh Orang TewasBAGDAD - Seorang pelaku bom jibaku menewaskan tujuh orang ketika dia menabrakkan mobilnya ke sebuah pos pemeriksaan di Zona Hijau, Bagdad, kemarin pagi. Serangan itu merupakan yang kedua dalam dua hari terakhir di distrik tersebut, yang menjadi kompleks kantor pemerintahan sementara Irak dan Kedubes AS, kata para pejabat. Di Irak barat, dua anggota Marinir AS tewas dalam pertempuran, kata militer Amerika, kemarin. Dengan demikian, jumlah Marinir yang tewas di kawasan itu selama tiga hari terakhir menjadi 10. Sebuah pernyataan militer menyebutkan, kedua anggota Marinir itu ditugaskan di Pasukan Ekspedisi Marinir Pertama. Keduanya meninggal Senin lalu, saat mereka melakukan operasi pengamanan dan stabilisasi di Provinsi Anbar, barat Bagdad. Daerah operasi mereka meliputi Kota Fallujah dan Ramadi, yang menjadi medan tempur utama di kawasan tersebut. Tujuh anggota Marinir lainnya tewas dalam pertempuran Minggu lalu di Anbar dan Marinir ke-10 tewas, Sabtu. Militer AS tidak memberikan penjelasan tentang kematian mereka. 12 Orang Terluka Namun dengan kematian mereka, maka hampir 1.300 pasukan Amerika telah tewas di Irak sejak invasi Maret 2003. Staf rumah sakit mengatakan, 12 warga sipil terluka, lima di antaranya dalam kondisi serius. Sebagian dari korban terluka tersebut bercerita tentang korban lain yang tubuhnya hancur terkena ledakan. Tidak ada orang Amerika yang terluka, kata juru bicara militer AS. "Saya lihat sebuah mobil Kia melaju ke pos pemeriksaan dan meledak," kata Mohammed Kathem, sopir bus, sambil berbaring terluka di RS Yarmuk. "Dua orang yang berada di depan saya tewas seketika. Saya lihat tubuh mereka hancur," kata Feras Saher, buruh yang bekerja di Zona Hijau. Saat ledakan terjadi, dia sedang antre untuk masuk ke kompleks pemerintahan tersebut. Di tempat kejadian, reruntuk mobil tergeletak di depan gerbang masuk kompleks Zona Hijau, yang pernah menjadi istana kepresiden semasa pemerintahan Saddam. Kini bangunan itu menjadi kompleks pemerintahan sementara yang didukung AS dan Kedubes AS serta misi diplomatik negara lain. Pos pemeriksaan Zona Hijau sering menjadi sasaran serangan gerilyawan Suni yang menentang pendudukan Amerika. Di dekat pos pemeriksaan tersebut terdapat pusat rekrutmen Garda Nasional Irak, pasukan yang diharapkan oleh Washington akan membantu pasukan AS menjaga ketertiban di Irak, setelah serdadu Amerika menyerahkan tugas-tugas penjagaan ke pasukan Garda Nasional. Bentrok di Fallujah Bentrokan-bentrokan baru kembali pecah di Fallujah, Selasa kemarin. Serangan besar-besaran AS bulan lalu telah mengubah Fallujah menjadi kota hantu. Namun ratusan gerilyawan masih melawan. Perlawanan mereka memaksa pesawat Amerika menjatuhkan bom ke kota itu. Wartawan Reuters melihat pesawat AS mengebom beberapa daerah Fallujah, Senin lalu, dan terdengar rentetan tembakan senjata mesin dan ledakan-ledakan lagi kemarin pagi. Kapten Paul Batty dari Marinir AS di Fallujah mengatakan "tidak lebih dari 200" gerilyawan terlibat dalam pertempuran. Beberapa perwira Marinir mengatakan, mereka tidak tahu apakah ada militan yang menyusup kembali ke kota yang dijaga ketat pasukan Amerika ataukah mereka selama ini bersembunyi di dalam kota sejak serangan dimulai 8 November lalu. Menurut beberapa komandan AS, serangan besar-besaran pasukan Amerika di Fallujah telah menewaskan 1.600 gerilyawan. Sementara itu, mayat delapan pria muda yang semuanya mati ditembak di kepala seakan-akan habis dieksekusi, telah ditemukan di sebuah pemakaman di kota Mosul, Irak utara, kata seorang pejabat RS kepada Reuters, kemarin. Identitas kedelapan mayat itu, yang semuanya berpakaian sipil dan ditemukan Senin lalu, masih belum jelas. (rtr-ben-46) |