| Rabu, 15 Desember 2004 | EKONOMI |
Bank Global Harapkan Investor BaruJAKARTA-Presiden Komisaris Bank Global Rijanto Sastroatmodjo mengharapkan ada investor baru yang masuk untuk membantu memulihkan kondisi bank tersebut. Komisaris saat ini telah diminta melakukan inventarisasi agar diketahui masalah sesungguhnya. "Saya selaku komisaris utama terus terang tidak tahu apa yang dilakukan oleh direktur utama dan direktur operasional. Tahu-tahu kasusnya mencuat dan dibekukan oleh Bank Indonesia (BI). Lalu direksi dan karyawan diperiksa polisi karena dianggap berusaha memusnahkan dokumen penting," ujarnya di Kantor Pusat Bank Global, Menara Bank Global Jalan Gatot Subroto Jakarta, kemarin. Menurut dia, saat ini Bank Global masih diberi kesempatan melakukan perbaikan dalam waktu satu bulan. Dalam masa itu seluruh transaksi tunai dan kliring tidak bisa dilakukan. Dia mengharapkan dalam waktu sebulan bank bisa kembali beroperasi. Saat ini ada petugas dari BI yang ikut meneliti dan memonitor kegiatan Bank Global di masa lalu. "BI telah memberikan kami tugas berat karena selama ini komisaris tidak bertugas operasional. Secara keseluruhan tugas kami adalah pengawasan terhadap apa yang dilakukan oleh direksi," tuturnya. Sementara itu Ketua Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) Sigit Pramono mengatakan kasus pembekuan usaha Bank Global merupakan tamparan bagi dunia perbankan. Dia menilai saat ini sudah waktunya bagi para bankir memperbaiki etikanya untuk menghindari penutupan akibat tindakan dan perilaku tidak bertanggung jawab. "Memang dari sisi perbankan kami kalangan bankir harus introspeksi. Masih banyak hal yang menyangkut etika profesi dan good governance yang bisa dikatakan belum baik sehingga harus diperbaiki," tegas Direktur Utama Bank BNI itu di Gedung Departemen Keuangan Jalan Lapangan Banteng Jakarta, kemarin. Namun ia memperkirakan kasus Bank Global tidak akan menimbulkan dampak rush atau penarikan dana secara besar-besaran di bank-bank lain karena masih ada program penjaminan pemerintah. Delisting PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) baru akan menghapus pencatatan atau delisting atas saham PT Bank Global Internasional Tbk (BGIN) setelah BI resmi mengumumkan likuidasi bank tersebut. Saat ini BI baru membekukan kegiatannya dan masih memberikan waktu satu bulan sebelum proses likuidasi ditetapkan. "Saat ini saham Bank Global masih disuspensi. Kita masih melihat apakah nanti dilikuidasi, dibekukan, atau dicarikan investor baru karena masih diberi waktu satu bulan. Begitu BI resmi melikuidasi, sahamnya Global langsung di-delisting," jelas Erry Firmansyah, Direktur Utama PT BEJ, kemarin. Saat ini, lanjut dia, otoritas bursa masih menunggu kelanjutan keputusan BI yang masih memberikan waktu satu bulan setelah pembekuan operasional Bank Global, Senin lalu. Jika nanti BI tidak melikuidasi maka saham Bank Global masih akan tercatat di BEJ. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BI, Bapepam, dan asosiasi pasar modal lainnya untuk menindaklanjuti kasus Bank Global. Bank Global tercatat di BEJ pada 23 Desember 1997. Saat melakukan penawaran perdana bank itu melepas 50 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 500. Saham Bank Global disuspensi BEJ sejak Kamis 9 Desember 2004. Sebelum disuspensi harga terakhirnya Rp 340/ lembar. Dua pemilik saham terbesar bank tersebut adalah PT Permata Prima Jaya sebesar 9,09% dan PT Intermed Pharmatama 11,51%, sedangkan 79,40% dimiliki oleh publik. (dtc-53) |