logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 15 Desember 2004 BUDAYA
Line

Sitti Nurbaya Versi Modern di Trans TV

JAKARTA - Kisah Sitti Nurbaya memang telah menjadi cerita klasik yang dikenang hingga sekarang. Bukan hanya novel karya Marah Roesli saja, tetapi sinetron tentang kisah itu pernah menjadi tontonan favorit pemirsa TVRI di masa lalu. Kini, dalam balutan modernitas, kisah Sitti Nurbaya bakal ditayangkan Trans TV.

Tentu saja tokoh Samsul Bachri tak lagi digambarkan berkendaraan delman, melainkan sepeda motor. Begitu pula tokoh Sitti tak lagi mengenakan kain dan kebaya, melainkan busana masa kini. Tetapi, inti ceritanya sama sekali tak lepas dari kisah drama percintaan yang berakhir tragis itu.

Yang tidak kalah menarik adalah pemeran Sitti Nurbaya. Nia Ramadhani, pemain sinetron remaja yang sedang naik daun itu, selama ini lebih banyak dikenal memerankan tokoh antagonis. Terakhir dia berperan dalam Bawang Merah Bawang Putih.

"Memang sempat terjadi pro kontra waktu kami menetapkan pemeran Sitti Nurbaya adalah Nia. Saya dengar pihak Trans TV sempat melakukan rapat khusus membahas masalah ini. Sampai 20 orang yang harus membahas apakah Nia memang bisa memerankan karakter Sitti Nurbaya, mengingat selama ini dia dikenal sebagai pemeran tokoh antagonis," tutur Manoj Punjabi, sang produser.

Tetapi akhirnya, MD Entertainment, berhasil meyakinkan Trans TV mengenai kemampuan Nia. "Memang ini tantangan berat buat saya. Apalagi syuting Bawang Merah Bawang Putih juga masih berlangsung. Jadi, hari ini saya harus jadi tokoh jahat, besok saya harus memerankan sosok yang lemah lembut. Cukup sulit memang. Kadang karakter Bawang Merah masih kebawa," tutur Nia.

Keseriusan MD Entertainment memproduksi sinetron ini bukan hanya dalam pemilihan pemain maupun penulis naskah dan sutradara, tetapi terlihat dari upaya mereka menghubungi Balai Pustaka, penerbit novel itu. "Sebelum ke Balai Pustaka, kami menghubungi ahli waris Marah Roesli, dalam hal ini kang Harry Roesli almarhum. Kang Harry banyak memberikan arahan-arahan kepada kami dan menganjurkan untuk menghubungi Balai Pustaka," ungkap Jamal, humas MD Entertainment.

Kisah Sitti Nurbaya memang merupakan adaptasi murni dari novel berjudul sama tanpa perubahan yang drastis. Sitti Nurbaya menaruh hati pada Samsul Bahri (Yozha Reza). Sayangnya, Samsul lebih memilih Ria, siswi baru di sekolah mereka.

Tetapi, tak beberapa lama akhirnya Samsul menyadari bahwa cinta sejatinya adalah Sitti Nurbaya. Masalah percintaan Sitti dan Samsul bertambah pelik, ketika Datuk Maringgih (Anwar Fuady) menghancuran ekonomi keluarga Sitti, untuk mendapatkan gadis itu. Segala aksi dilakukan Samsul untuk merebut Sitti kembali tetapi kisah cinta mereka berdua berakhir tragis.

"Sebagaimana kisah Romeo and Juliet yang dibuat dalam 100-an versi, yang terakhir adalah versi modern berjudul Love Story yang mengambil lokasi syuting di Harvard University, tak terlalu berlebihan kalau Sitti Nurbaya pun dibuat dalam versi modern. Kisah cinta sejati seperti ini akan selalu menarik," tambah Direktur Utama Trans TV, Ishadi SK mengenai sinetron yang akan tayang mulai Sabtu (18/12) pukul 20.00.(tn-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA