logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 13 Desember 2004 PANTURA
Line

Profile Band Bikin Remaja Berjingkrakria

TANPA mempedulikan rasa capai dan lelah, ribuan remaja Kota Batik yang tumplek bleg menjadi satu di Lapangan Mataram itu tidak henti-hentinya menggerakkan tubuh mereka. Mereka tidak akan berhenti menggerakkan badan kalau musik R&B yang dimainkan oleh beberapa grup band itu berakhir. Begitulah kira-kira pemandangan yang dapat dilihat ketika sebuah produk rokok terkenal dari Kota Kretek menggelar acara yang bertajuk Djarum Super Week End Rendesvous di Lapangan Mataram, Pekalongan, Sabtu malam (11/12)

Ya, sepertinya hiburan seperti itu memang sangat ditunggu-tunggu oleh kawula muda di daerah tersebut. Terbukti, para remaja dari berbagai penjuru Kota Pekalongan banyak yang berdatangan di lapangan mataram ketika mendengar ada kegiatan musik di daerahnya. Bagaikan air mengalir, ribuan remaja yang memadati tempat itu datang silih berganti. Ada yang berjalan kaki dan ada yang naik sepeda motor.

Begitu Hasan Roy dan Ema yang ditugaskan sebagai pembawa acara berada di atas panggung, penonton yang sudah tidak sabar menunggu itu langsung bersorak. Selanjutnya, mereka memanggil grup band dari Kota Alas Roban, Red Skin Brue, yang hampir semua personelnya anak-anak muda itu untuk tampil. Dengan lincahnya, ketiga vokalis grup musik itu yang terdiri atas Ajeng, Maria, dan Dita, menembangkan beberapa lagu yang berirama musik rancak R&B.

Tanpa ada yang mengomando, ribuan kawula muda yang semula banyak yang diam, langsung bergerak dan berjoget bersamaan dengan irama musik R&B. Tak jarang, sambil bergoyang menikmati irama musik, suara mereka terdengar menirukan lantunan lagu yang dinyanyikan. Apalagi ketika vokalis meminta mereka bernyanyi bersama, suara ribuan penonton terdengar keras sampai menggema di seputar Lapangan Mataram.

Grup band selanjutnya yang ikut menghibur remaja Kota Batik adalah Duta Band asal Kota Pekalongan. Sama dengan grup band dari Batang, penampilan mereka juga sangat memesona. Hal itu terbukti dengan banyaknya penonton yang terus-menerus berjoget dan bernyanyi.

Memukau

Histeria remaja Kota Batik itu memuncak ketika bintang tamu asal Kota Gudeg, Profile Band, tampil di atas panggung. Begitu Atik, Andre, dan Nanda (vokal), Joned (bass), Widi (gitar), Gatot (keyboard) dan Yuyun (drumer) muncul, penonton yang sudah menunggu penampilan bintang tamu itu secara bersamaan mengangkat tangan. Apalagi ketika grup band tersebut melantunkan tembang perdananya, ribuan remaja yang memenuhi Lapangan Mataram Pekalongan langsung berjingkrakria.

Memang, penampilan anak-anak Yogyakarta malam itu terlihat sempurna dan berhasil memukau penonton. Gerakan dan suara yang diatraksikan ketiga vokalis grup band itu sangat padu. Ditambah lagi dengan penampilan prima dari keempat pemain musik, sepertinya mereka berhasil menghipnotis penonton untuk menikmati lagu-lagu yang berirama R&B.

''No women no cry, no women no cry'', petikan lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi Jamaika, Bob Marley ini selanjutnya ditembangkan Profile Band bersama penonton. Sejenak, suasana yang sebelumnya ingar-bingar itu pun menjadi syahdu. Sambil mengangkat kedua tangan, penonton yang hampir semuanya kawula muda itu terus menggerakkan tubuh dari kanan ke kiri.

Penampilan terakhir anak-anak Kota Gudeg itu ditutup dengan menyanyikan lagu ''Bila Mungkin Nanti'' milik grup musik asal Bandung, Peterpan. Pada saat tembang pamungkas itu disuarakan, kembali penonton berjingkrak mengikuti irama khas musik rancak itu. Ya, penampilan bintang tamu malam itu memang luar biasa sehingga ribuan penonton yang datang ke tempat hiburan musik itu pun tampak puas. (Moch Achid Nugroho-34n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA