| Senin, 13 Desember 2004 | SEMARANG |
Senpi Perhutani Belum Ketemu
KENDAL- Sebuah senjata api (senpi) genggam jenis FN hilang dari gudang senjata Perum Perhutani KPH Kendal. Hingga kemarin (12/12) kasus hilangnya senjata api inventaris Komandan Regu (Danru) Polhutmob bernama Parno itu, masih diselidiki aparat Polres Kendal. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, senpi itu diperkirakan raib dari gudang senjata sebelum Lebaran lalu. Namun, kepastian hilangnya senjata api itu baru diketahui seusai Lebaran. Persisnya, saat kantor kembali aktif setelah libur panjang, Senin (22/11). Saat itu petugas tata usaha (TU) gudang senjata berinisial Trn sedang menginventarisasi persenjataan. Dia mengetahui sebuah senpi genggam hilang dari dalam brankas. Informasi ini tampaknya agak berbeda dari hasil penyidikan Polres Kendal. Sebab, menurut petugas, senpi tersebut diduga belum disimpan di brankas, tetapi di dalam laci meja kerja petugas TU. Menurut sebuah sumber, menjelang Lebaran lalu sebuah tim dari Polda Jateng mengecek senpi milik Perhutani. Namun, tim tersebut sebatas mengecek surat-surat kelengkapan senjata dan tidak menginventarisasi senpi di gudang senjata. Dititipkan ke Gudang Kabag Humas Perum Perhutani Suharto menjelaskan, senpi yang hilang itu inventaris milik Danru Polhutmob Parno. "Senjata tersebut dititipkan ke gudang, sebelum bulan puasa lalu. Senjata itu dititipkan lantaran yang bersangkutan akan mengikuti pendidikan kehutanan di Madiun Jatim. Hingga kemarin, Parno masih mengikuti pendidikan." Penitipan dan penyerahan senpi ke bagian gudang, lanjut dia, dilakukan serah terima serta tanda bukti. "Senjata tersebut diterima oleh petugas TU gudang dengan tanda bukti serah terima. Hingga hari ini kami belum mendapat titik terang raibnya senpi tersebut. Apakah hilang dicuri atau karena kelalaian petugas kami. Masalah ini telah dilaporkan ke Polres Kendal. Kasusnya sedang ditangani oleh tim penyidik." (G15-91i) |