| Jumat, 10 Desember 2004 | SALA |
OJOLALIBuka Pasar PagiBOYOLALI - Selain berjualan di pasar darurat, pedagang di Pasar Ampel, Boyolali sejak pekan lalu mulai membuka pasar pagi. Lokasi berjualan atau dasarannya, berada mulai dari belakang Polsek Ampel sampai menuju lapangan Desa Kaligentong atau pasar darurat. Menurut Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Ampel (PPPA) Suwarno, pasar pagi hanya sampai pukul 07.00. Setelah itu, pedagang kembali ke pasar darurat. (shj-85a) Wakaf Tanah untuk Mushala BOYOLALI - Kepala Pemasaran Suara Merdeka Boyolali, Tri Joko HS merelakan tanahnya untuk diwakafkan guna membangun mushala di RT 03/RW IV, Desa Sidomulyo, Kelurahan Pulisen, Kecamatan Kota Boyolali. Menurut Tri Joko, tanah yang diwakafkan seluas 56 m2 terletak di depan rumahnya. Peletakan batu pertama pembangunan mushala itu, dilakukan pekan lalu. Pembangunan tempat ibadah itu diperkirakan menelan biaya Rp 43 juta, yang diperoleh dari sumbangan dermawan dan warga masyarakat. Mushala itu diberi nama ''At Taubah''. (shj-85a) Purnawirawan TNI AU Halalbihalal BOYOLALI- Para purnawirawan TNI AU Angkatan Ke-21, Minggu (12/12) akan menyelenggarakan halalbihalal di kolam pemancingan Tlatar Boyolali. Menurut Koordinator Purnawirawan TNI AU Atmadja Busana I Elektronika dan Dasar Angkatan Ke-21, Letkol (Purn) Mardjono TS, kegiatan itu akan diikuti 40-50 anggota. Mereka berasal dari Madiun, Sragen, Klaten, Salatiga, Kota/Kabupaten Semarang, Solo, dan sekitarnya. ''Acara akan dimulai tepat pukul 10.00. Kami berharap para anggota hadir tepat waktu,'' ujar Mardjono, mantan anggota DPRD Salatiga kepada Suara Merdeka, kemarin. (A2-85s) Pembinaan Penelitian di Univet SUKOHARJO- Tim peneliti pengusul (TPP) Fakultas Pertanian Univet Bantara Sukoharjo mendapat pembinaan dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM sebagai tim peneliti mitra (TPM). Humas Univet Sukoharjo Drs Joko Suryono mengatakan, penelitian berjudul minuman instan kombinasi prabiotik dan bubuk buah jambu biji sebagai antihiperkolesterolemia dikerjakan Ir Sri Hartati MP, Dr Ir Eni Harmayuni, dan Prof Dr Y Marsono. Dua nama yang disebut terakhir bertindak sebagai TPM. (G10-85s) Nekat Gantung Diri SRAGEN- Baru saja menggelar hajat mantu, Paimin (50) warga RT 26 RW 9 Sukorejo, Kecamatan Karangmalang, Rabu pukul 17.00 memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Para tetangga terkejut, karena sebelumnya korban baru punya hajat mantu. Diperoleh keterangan, saksi Sri Sumarni (40) semula baru saja mandi dan menuju kamar untuk ganti pakaian. Tapi pintu kamar dikunci dari dalam oleh korban. Sri Sumarni kemudian menyuruh saksi Sulamto (22) untuk menengok dari lubang angin-angin. Saksi kaget, karena Paimin gantung diri. Pintu kemudian didobrak paksa. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit berjarak sekitar 400 meter dari rumah korban. Namun dalam perjalanan korban tewas. Menurut para tetangga, seminggu lalu korban baru saja menggelar hajat mantu putranya. Sebelum gantung diri, korban merasa menderita karena sakit rematik yang tak kunjung sembuh.(nin-85s) |