| Jumat, 10 Desember 2004 | SALA |
Lima Perahu Wisata Dibiarkan Mangkrak di Waduk GajahmungkurWONOGIRI - Sedikitnya lima buah perahu wisata yang kondisinya masih baru, kini dibiarkan mangkrak di tepian pantai objek wisata tirta Waduk Gajahmungkur Wonogiri. Perahu itu dibeli dengan dana APBD Rp 125 juta. Bambang, pengunjung objek wisata itu, menyayangkan perahu-perahu baru tersebut ditelantarkan. Ada dugaan, kemangkrakan barang itu disebabkan karena kondisinya tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai sarana pelayaran wisata. ''Barang itu dibiarkan mangkrak di daratan bibir barat pantai wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur. Perahu tersebut kini selalu kepanasan dan kehujanan, karena tanpa dilengkapi tempat peneduh,'' kata Bambang, warga Wonogiri. Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) Objek Wisata Pantai Sendang Asri Waduk Gajahmungkur, Bagus Sudarsono BSc dan Kepala Sub Dinas Pariwisata Seni Budaya Kabupaten Wonogiri, Sentot Sujarwoko SH keberatan menjelaskan mengenai mangkraknya sejumlah perahu wisata itu. Mereka balik mengatakan, agar wartawan konfirmasi ke Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Seni Budaya (DPPSB) Kabupaten Wonogiri, Hendro Purbandoro SH MM. Namun Hendro saat dihubungi ganti menyatakan, bukan pihaknya yang melakukan pengadaan lima perahu baru itu. Dia menyebutkan, lima perahu baru yang belum dapat dioperasionalkan itu ditangani oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). "Jadi maaf, kami juga tak paham tentang pengadaannya,'' tandasnya. Berkaitan dengan itu, Kepala Bappeda Wonogiri, Drs Sutomo Sutowidjojo MSi menolak istilah mangkrak terhadap keberadaan sejumlah perahu baru tersebut. Menurut dia, kalau perahu-perahu tersebut belum dapat difungsikan untuk pelayaran para wisatawan, itu karena belum dilengkapi mesin. Perahu-perahu itu didesain sebagai perahu motor yang mutlak memerlukan mesin sebagai tenaga penggeraknya. Sambil menunggu kelengkapan mesin, tambah Sutomo, kelima perahu baru itu kini telah disiapkan di pantai objek wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur. Dia menyatakan, anggaran pengadaan kelima perahu baru itu mencapai Rp 70 juta. Kemudian untuk pengadaan kelengkapan mesinnya, masih diusulkan lagi perlunya tambahan dana sekitar Rp 25 juta.(P27-85a) |