logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 SALA
Line

''Akhiri Konflik di Tubuh NU''

SUKOHARJO- Warga NU sekarang dihadapkan pada suasana konflik yang mengarah perpecahan. Bila dibiarkan berlarut-larut, dikhawartirkan berdampak buruk terhadap perjalanan ormas Islam tersebut ke depan. ''Tentu saja kami tidak menginginkan NU dalam reorganisasinya berakhir seperti partai politik,'' ujar Ketua Forum Peduli Umat NU, Dony Ridukha Afqriid.

Dia menuturkan, ketidakcocokan di tingkat elite terus merambah di kalangan nahdiyin. Pasalnya, kedua kubu yang saling bertikai berusaha merangkul sebanyak mungkin nahdiyin untuk mendukung kepentingan masing-masing. Otomatis nahdiyin berada di persimpangan, karena ada yang mendukung Muzadi dan ada yang mendukung Gus Dur.

''Ini jelas tidak menguntungkan NU secara keseluruhan.''

Menurutnya, baik Gus Dur maupun Hasyim sama-sama tidak mempunyai kepekaan nurani untuk membawa gerbong NU kepada suasana damai, dinamis, dan dapat mewarnai kehidupan sosial keagamaan secara nasional. Padahal sejak dulu, NU selalu menjadi rujukan umat Islam sedunia. ''Ini sangat ironis dan jauh dari cita-cita didirikannya ormas NU. Masa sebagai lembaga rujukan umat Islam sedunia, kondisinya malah seperti ini,'' keluhnya.

Sebagai solusi agar konflik tidak berlarut-larut, Forum Peduli Umat NU mengharapkan kubu Gus Dur dan Hasyim Muzadi segera mengakhiri konflik. Cara utama adalah melalui proses rekonsiliasi kedua belah pihak. Dalam kesempatan tersebut keduanya bertemu untuk membicarakan langkah NU ke depan dengan saling merangkul dan menyatukan semua kekuatan. ''Saya yakin bila rekonsiliasi terlaksana, NU akan semakin kuat.''

Elite NU dan nahdiyin, ungkap dia, harus segera menyatukan langkah dan melakukan kerja nyata guna mengembangkan jamaah dan jamiah NU. Tak kalah penting, seluruh nahdiyin diingatkan supaya tidak terjebak pada proses dukung-mendukung di antara kedua belah pihak. Apalagi sampai menimbulkan benturan fisik di antara pendukungnya.

''Perlu diingat bahwa menjaga keutuhan NU berarti juga menjaga keutuhan NKRI. Bukan hanya warga nahdiyin yang menyayangkan kondisi NU, melainkan juga dunia luar dan organisasi. Baik level nasional maupun internasional yang selama ini menjalin relasi dengan jamiah NU,'' tegasnya. (G10-80s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA