logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 SALA
Line

Rp 6,9 Miliar untuk Pilkada Solo

  • Diprediksi Hanya Sekali Putaran

KOTA- Perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Surakarta periode 2004-2009 diperkirakan menelan dana Rp 6,9 miliar.

Menurut Ketua KPU Kota Surakarta Drs Eko Sulistyo, dana yang akan diusulkan pada APBD 2005 hanya sebesar itu lantaran diprediksi pilkada akan berlangsung satu kali putaran.

"Usulan yang kami ajukan untuk proses Pilkada 2005 Rp 6,9 miliar. Kami hanya mengajukan angka sebesar itu karena sesuai dengan prediksi kami, pemilihan wali kota nanti berlangsung satu kali putaran," kata Eko kepada wartawan, kemarin.

Eko menuturkan, melihat komposisi partai yang berada di kursi legislatif sekarang ini, maksimal akan muncul empat nama bakal calon wali kota. Keempat calon yang muncul tersebut kemungkinan berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Amanat Nasional (PAN) yang berkoalisi dengan partai lain, Golkar serta koalisi partai yang tidak memiliki wakil di DPRD. Melihat komposisi munculnya calon tersebut, diperkirakan berlangsung satu kali putaran.

"Melihat komposisi calon yang muncul yakni maksimal empat pasang, sepertinya akan berlangsung satu putaran," kata Eko.

Meskipun telah mengajukan anggaran, untuk proses pilkada itu KPU masih menunggu Peraturan Pemerintah yang berisi petunjuk teknis dari pilkada. Sekarang ini, aturan mengenai hal tersebut belum terlalu jelas.

Antisipasi Kerawanan

Eko mengatakan, yang perlu diantisipasi yakni tingkat kerawanan saat pilkada. Dia memprediksi, tingkat kerawanan menjelang dan pascapilkada lebih tajam dibandingkan dengan saat pemilu legislatif ataupun pilpres yang lalu.

Hal itu disebabkan tingkat kedekatan emosional antara masyarakat pemilih dan calon yang dipilih.

Mengenai proses penjaringan calon wali kota, Eko menyatakan hal itu sudah jelas mekanismenya. Yakni, harus melalui partai. Dengan adanya mekanisme tersebut, situasi akan mulai memanas. Dari tingkat internal partai, pencalonan itu sudah mulai memuaikan suhu politik.

"Menjelang pilkada, situasi politik jelas kian memanas. Sekarang sudah terlihat mulai adanya letupan-letupan. Tunggu saja, dari PDI-P sebentar lagi pasti akan ramai mengenai siapa nama yang akan dimunculkan dari partai itu. Hal itu karena ketatnya persaingan individu yang akan dicalonkan. Sekarang saja sudah terlihat," urainya.

Sementara itu, Ir Hariadi Saptono, Wakil Sekretaris DPC PDI-P Surakarta mengemukakan, figur yang akan dimunculkan melalui partai berlambang banteng mencereng itu yakni orang yang berkompeten dan benar-benar mewakili aspirasi masyarakat. Untuk memenuhi kriteria tersebut, katanya, dimungkinkan calon yang muncul bukanlah dari kader partai. (G18-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA