logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 PANTURA
Line

Warga Unjuk Rasa Minta Pemilihan Ketua RT Diulang

TEGAL - Unjuk rasa ternyata tidak hanya terjadi dalam pemilihan wali kota/bupati. Pemilihan ketua rukun tetangga (RT) pun ternyata bisa menjadi pemicu demo ketidakpuasan. Hal itu terbukti, 20 warga RT 3 RW 1 Kelurahan Debong Tengah Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal kemarin menggelar aksi demo.

Mereka menolak terpilihnya kembali Tarikhi (52) dan mendesak agar pemilihan ketua RT masa bakti 2004-2007 diulang. Sebanyak 20 warga sekitar pukul 09.30 kemarin menggelar demo ke Balai Kelurahan. Mereka tak bisa masuk karena ruang pertemuan sedang dipakai oleh ibu-ibu PKK.

Mereka meminta agar pemilihan ketua RT yang dilangsungkan pada Rabu malam (8/12) diulang. Sebab, mantan ketua RT yang terpilih kembali, yakni Tarikhi diduga merekayasa pemilihan. "Karena itu, kami meminta agar pemilihan itu diulang," ujar Sokhidin dan Rokhman dalam demo yang berlangsung tertib itu. Kepada Lurah Debong Tengah Tiswo yang didampingi aparat Polsekta Tegal Selatan, pendemo memberikan surat pernyataan menolak Tarikhi.

Merekayasa

Dalam surat bertanggal 9 Desember 2004 yang ditandatangani oleh 83 warga itu ditegaskan, warga meminta pemilihan RT diulang. Alasannya, dalam pemilihan itu dibentuk panitia. Warga juga menuduh ketua terpilih merekayasa pendataan jumlah suara. "Mestinya warga yang memiliki hak suara ada 204 orang, tapi ternyata dalam penghitungan suara ada 210 orang," ujar mereka.

Itu pun tidak semua pemilih diberi blanko pemilihan. Warga menduga, kelebihan suara itu terjadi karena ada warga dari luar wilayah RT 01 yang ikut memilih. Misalnya, di sebuah keluarga ada enam warga yang memiliki hak suara, tapi yang diberi blanko hanya dua orang. Mereka menduga ada unsur rekayasa karena kotak suara sehari sebelum pemilihan diinapkan di rumah Tarikhi.

Mendengar tuntutan warga, Lurah Tiswo menyatakan tidak keberatan pemilihan RT diulang. Pemilihan ulang dijadwalkan pada Sabtu (11/12). Menurut dia, Tarikhi sudah menjabat ketua RT empat periode, sehingga warga mungkin mengharapkan ada penyegaran. "Apalagi, menurut warga selama dia menjabat ketua RT, di situ vakum kegiatan," ucap Tiswo.

Kesalahan lain, tambah dia, Tarikhi membagikan undangan sehari sebelum pemilihan. (aj-14e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA