logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 PANTURA
Line

Warga Minta Jembatan Sibiting Tak Ditunda

  • Usia 14 Tahun, Dikhawatirkan Ambrol

BATANG- Masyarakat di tiga desa wilayah Kecamatan Blado dan satu desa di Bandar, Kabupaten Batang, berharap pembangunan Jembatan Sibiting tidak sampai ditunda, bahkan dilaksanakan secepat mungkin. Meski sekarang ini ada pemeriksaan yang dilakukan oleh polisi terhadap panitia lelang jembatan itu.

Alasannya, masyarakat yang berada di Desa Gerlang, Kalitengah, Kembanglangit, dan Cepoko khawatir kalau tidak segera diperbaiki jembatan itu ambrol. Apalagi sekarang ini musim hujan.

Padahal, jembatan bagi masyarakat setempat sangat vital. Jembatan Sibiting dibangun Maret 1990 atas bantuan dan kerja sama Yayasan Sosial Soegijapranata (YSS) Semarang dengan Pemda Batang.

Di usia yang kini sudah 14 tahun lebih, jembatan berkonstruksi bally itu kayunya banyak yang lapuk. Lebih mengkhawatirkan adalah tebing tanah di sebelah selatan dan utara banyak yang longsor.

Maka, pengguna jalan yang lewat harus hati-hati. "Tidak ada alasan lain, Jembatan Sibiting secepatnya dibangun. Kalau memang ada pemeriksaan sehubungan dengan dugaan KKN dalam proses pelelangan itu, masyarakat mohon jangan sampai mengganggu pelaksanaan pembangunan," ujar Kades Gerlang, Ahmat Maftukhin.

Masyarakat tidak mau tahu siapa yang akan mengerjakan proyek itu. Sebab, yang lebih utama adalah pembangunan jembatan itu secepatnya dilakukan.

"Terserah siapa pemborong yang akan membangun Jembatan Sibiting. Hanya, jangan sampai ditunda-tunda."

Menurut dia, meski rusak jembatan tersebut tetap dilewati. Itu artinya, keberadaan Jembatan Sibiting sangat penting.

Sebab, sebagai jalur transportasi masyarakat Gerlang yang akan memasarkan sayuran terutama kentang. Selain itu, juga merupakan urat nadi transportasi menuju ke wilayah Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Nekat

"Masyarakat sebenarnya sudah tahu kalau jembatan rusak dan berlubang, di samping tanah di sekitarnya banyak yang longsor. Itu kan berbahaya. Namun karena satu-satunya jalan, terpaksa mereka nekat," ujar Kades Gerlang.

Dia menuturkan, dari hasil musyawarah yang dilakukan bersama Kades Kembanglangit dan Kalitengah, sepakat untuk mendesak pemerintah tidak mengulur-ulur waktu pelaksanaan pembangunan.

Rusaknya Jembatan Sibiting itu, sudah mendapat perhatian serius dari pemerintah. Bahkan kunjungan kerja sudah dilakukan DPU, dan Bupati juga sudah mengetahui kondisi jembatan itu. Demikian pula Anggota DPRD.

Bahkan Gubernur Jateng H Mardiyanto saat akan meresmikan gedung Bank BPD Jateng Cabang Batang juga lewat Jembatan Sibiting.

Pada kesempatan itu, Gubernur melihat kondisi jalan Gerlang-Kembanglangit dan akan membantu aspal.

"Masyarakat sudah berkali-kali mempertanyakan kapan akan dibangun. Sebab sudah banyak yang mengetahui kalau Jembatan Sibiting akan segera diperbaiki, baik dari kunjungan kerja yang dilakukan Anggota DPRD maupun keterangan Bupati. Belum lagi, pemberitaan di media massa. Tapi, lha kok sekarang muncul informasi akan diundur karena lelang dibatalkan. Apa mau menunggu Jembatan Sibiting ambrol?" ujar Kades Kembanglangit, Sutrisno.

Beberapa pengguna jalan mengeluhkan kondisi jembatan yang sudah membahayakan kendaraan tersebut. Selain itu, tanah yang longsor di sekitar jembatan juga banyak terjadi di beberapa tempat.

"Pernah ada truk terperosok. Untung tersangkut semak-semak, kemudian cepat diikat di pohon sehingga tidak terjun ke jurang," ujar Subhci Subuh, penduduk Cepoko.

Hal senada juga dikatakan Hadi, pengemudi kendaraan yang sering hilir mudik lewat Jembatan Sibiting-Gerlang untuk menuju ke Banjarnegara.

"Dari Batang ke Banjarnegara, kalau tidak lewat Gerlang harus memutar tiga jam."

Kabag Administrasi Pembangunan Drs Sabino Suwondo membantah kalau lelang jembatan itu dibatalkan.

"Masalah tersebut masih akan dirapatkan dan menunggu keputusan Bupati."(ar-34s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA