| Jumat, 10 Desember 2004 | PANTURA |
Setelah Dibantu Rp 745 Juta, Perpustakaan DievaluasiPEKALONGAN - Setelah mendapatkan bantuan Rp 745 juta dari Bank Dunia sejak tahun 2002 hingga 2004, maka 35 perpustakaan sekolah dan perpustakaan masyarakat baru-baru ini dievaluasi. Hasilnya, sebagian besar bertambah maju, sedangkan beberapa perpustakaan masih belum berfungsi. Demikian Kepala Perpustakaan Kota Pekalongan, Drs Titik Sunarsih ketika diwawancarai di ruang kerjanya kemarin, sehubungan bantuan dari Bank Dunia untuk 35 perpustakaan di Pekalongan yang berakhir Desember ini. Menurut Titik, 35 perpustakaan itu mendapat bantuan dari Bank Dunia Rp 745 juta. Rinciannya, untuk perpustakaan SD/ MI tunggal Rp 19 juta, SD/MI ganda Rp 29 juta dan perpustakaan masyarakat Rp 24 juta. "Pengucuran dana itu tidak dilakukan sekaligus, tetapi melalui beberapa tahapan selama lima semester," kata Titik. Menurut dia, bantuan Bank Dunia itu hanya diberikan kepada 10 daerah kota dan kabupaten. Salah satunya, perpustakaan Pekalongan yang dinilai baik dan memenuhi syarat mendapatkan bantuan Bank Dunia. Perpustakaan pekalongan adalah perpustakaan terbaik kedua di Jateng, saat itu. Titik menjelaskan, untuk 2005, berdasarkan hasil rapat di Jakarta beberapa hari lalu, Bank Dunia masih berencana membantu perpustakaan sekolah dan perpustakaan masyarakat, walaupun besar bantuan tidak seperti sebelumnya. Menurut rencana, perpustakaan yang telah mendapat bantuan dan berfungsi dengan baik, akan ditambah Rp 2 juta. Namun bila tidak berfungsi dengan baik, tahun depan tidak akan diberi. Tidak diketahui jumlah perpustakaan yang akan mendapat bantuan lagi. (A15-34m) |