| Jumat, 10 Desember 2004 | PANTURA |
Pernyataan Masjhudi Bukan Statemen PKBBREBES - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Brebes H Achmad Faris Sulchaq SH SpN mengatakan, komentar Masjhudi menyangkut dua tahun pemerintahan Bupati H Indra Kusuma SSos, merupakan statemen pribadi, bukan mewakili organisasi. "Itu statemen Masjhudi pribadi, dan sama sekali bukan mewakili partai," kata Faris yang juga Wakil Bupati Brebes, kemarin menanggapi pernyataan Wakil Ketua DPC PKB Masjhudi. Pada pernyataan sebelumnya, Masjhudi selaku Wakil Ketua DPC PKB menyatakan, apa yang disampaikan Bupati Indra Kusuma pada acara halalbihalal dengan anggota Forum Komunikasi Wartawan Brebes (FKWB) terkesan ingin selamat sendiri. Lontaran tersebut dikemukakan setelah Indra membuka kartu tentang berbagai tantangan yang dihadapi sebelum maupun beberapa bulan setelah menjabat. Dia mengatakan, sempat ketar-ketir ketika akan dilantik 4 Desember 2002, karena banyak bermunculan SMS yang berisi ancaman kalau dirinya tak bakal menjabat sampai satu bulan. Di antara ancaman itu, juga ada yang mengatakan kalau Bupati sampai dilantik maupun bisa menjalankan tugas satu minggu akan memotong telinga. Karena itu, dia berpikir dalam tanda tanya, kalau begitu banyak juga telinga yang dipotong karena sampai hari ini dirinya masih menjalankan tugas sebagai Bupati. Pernyataan Indra, berkaitan dua tahun pemerintahannya, karena saat itu 4 Desember bertepatan dengan dua tahun menjabat Bupati. Masjhudi berpendapat, seorang nahkoda harus mengetahui kemampuan dan seluk beluk tentang kapal yang dikemudikannya. Baik menyangkut kecepatan kapal, kondisi mesin, maupun arah tujuan kapal. "Tanggung jawab seluruh awak kapal juga berada di tangan nahkoda, bukan orang lain. Karena itu, ketika saya mendengar pernyataan Bupati bahwa dirinya kini bisa menjalankan selama dua tahun, di luar dari sangkaan orang, bukan pernyataan populer," kata Masjhudi. Sebagai Bupati mustinya yang dipikir bukan keselamatan jabatannya. Tapi bagaimana nasib rakyat yang dipimpin. Apakah kepemimpinannya sudah sesuai dengan harapan masyarakat atau belum ? Dan lagi sejauh mana prestasi yang telah dilakukan. "Ini justru yang perlu dilakukan. Bukan ceritera soal masa lalu, yang seakan mengungkit luka lama," paparnya. Diluruskan Selain menyebutkan statemen Masjhudi sebagai statemen pribadi, Faris juga ikut meluruskan judul berita Suara Merdeka (9/12) kemarin yang dinilainya keliru, karena tidak sesuai dengan isi berita. Di situ tertulis Wakil Bupati Sesalkan Pernyataan Bupati. "Kapan saya komentar seperti itu ?" tukasnya. Dengan penulisan judul yang keliru itu, Faris tak ingin bersinggungan dengan Bupati, karena awam akan bisa menilai seperti itu. Padahal, yang menyatakan adalah Masjhudi secara pribadi. "Saya minta berita tersebut diluruskan, nanti dikiranya saya yang ngomong," pintanya.(wh-14) |