| Jumat, 10 Desember 2004 | PANTURA |
200 Bungkus Makanan Ringan Disita
TEGAL- Guna mengusut kasus keracunan yang menimpa 11 siswa SDN 02 Mangkukusuman Kota Tegal, polisi kini menyita barang bukti berupa lima dus berisi 200 bungkus snack (makanan ringan). Barang bukti tersebut disita dari sejumlah pedagang di Pasar Pagi. Selain itu, polisi juga memintai keterangan sejumlah pedagang untuk mencari kejelasan asal muasal makanan ringan tersebut. Kapolresta AKBP Drs Effiantara Brata Mandala didampingi Kasat Reskrim Iptu Indra Gunawan mengatakan, sejak kasus keracunan itu mencuat, pihaknya berupaya mengusut dan mencari produsen makanan ringan itu. Sebelumnya, penjual makanan Suparno dimintai keterangan. Suparno mengaku dirinya membeli dari pedagang Kasturi (33) di Pasar Pagi. Kasturi ketika dimintai keterangan mengemukakan, pihaknya tidak tahu-menahu kalau makanan ringan yang dibungkus bertuliskan merk "Rally" itu mengandung racun. Menurut Pedagang Blok C Pasar Pagi itu, dirinya memperoleh jatah lima dus dari seorang pedagang grosir asal Banjaran, Adiwerna, Kabupaten Tegal, yang disuplai dari Cirebon (Jawa Barat) atau dari Surabaya (Jatim). "Saya mendapat jatah lima dus. Dalam waktu satu hari sudah habis dipesan oleh pedagang yang berjualan di sekolah-sekolah. Saya nggak tahu kalau ternyata dalam snack itu ada racunnya," kata dia ketika ditemui di Mapolresta. Kendati demikian, dia memperkirakan apa yang dikonsumsi siswa tersebut sebenarnya merupakan serbuk untuk mainan. Konkretnya, kata dia, serbuk itu kalau digesek-gesek akan menggelembung bersama dengan bungkusnya dan bisa meletus seperti balon. "Biasa, mainan untuk anak-anak sekarang berbagai macam. Mungkin serbuk itu seharusnya hanya digunakan untuk mainan," katanya. Sepengetahuan dia, makanan ringan tersebut tidak semua disisipi bungkusan serbuk. "Kalau toh ada, paling satu dus hanya beberapa," tukasnya. Dirawat Kasat Reskrim Iptu Indra Gunawan didampingi Kaur Binops Iptu Sapari mengatakan, hingga kini pihaknya belum menetapkan seseorang menjadi tersangka. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, 12 siswa yang menjadi korban keracunan itu karena mengonsumsi bubuk yang sebenarnya untuk mainan. Ketika ditanya mengenai jenis racun yang terkandung dalam makanan ringan itu, dia belum bisa memastikan karena harus diteliti melalui uji laboratorium. Meski demikian, pihaknya bertekad terus melakukan pengusutan asal muasal produk makanan ringan tersebut. Sementara itu, 12 siswa yang menjadi korban keracunan hingga kemarin masih dirawat di RSU Kardinah (tiga siswa) dan RSI Harapan Anda (sembilan siswa). Kondisi kesehatan mereka sudah mulai membaik. Hal itu terlihat ketika Wali Kota Adi Winarso SSos membesuk para korban. Mereka sudah mulai lancar diajak berdialog. Anak-anak itu mengaku badannya sudah pulih kembali. Dalam kesempatan tesebut, Wali Kota mengimbau kepada orang tua dan guru untuk memperhatikan makanan ringan yang dikonsumsi anak-anak. Dokter Spesialis Anak dr Dwi Anik SpA mengatakan, semua siswa yang dirawat di RS sudah pulih. "Mungkin hari ini (kemarin-Red) bisa dipulangkan semua. Kesehatan mereka rata-rata sudah membaik." Mengenai jenis racun yang masuk dalam tubuh korban, dia belum bisa memberikan keterangan secara terperinci. "Saya belum tahu jenis racunnya, karena perlu uji laboratorium." (G12-74s) |