logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tanggapan Itcomm Panasonic Telekomunikasi

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas masukan dan teguran Bp Drs Hananto Prasetyo SH MM dari Purwokerto di Surat Pembaca 7 Desember 2004 mengenai pelayanan purnajual produk Panasonic Telekomunikasi yaitu KX-TA308 di jajaran lini distribusi Itcomm.

Saya telah menghubungi Bp Hananto pada hari itu juga dan menjelaskan duduk permasalahannya. Akhirnya permasalahan di PABX milik beliau sudah tidak terjadi (dibenahi anak buah beliau). Masukan bijaksana dari konsumen mainded produk Panasonic kiranya dapat meningkatkan pelayanan, kinerja dan kredibilitas di jajaran distribusi Itcomm.

Saya juga melakukan pembenahan untuk meningkatkan pelayanan purnajual di jajaran lini distribusi. Kepada konsumen produk Panasonic Telekomunikasi yang dikeluarkan Itcomm sebagai distributor tunggal, mohon selalu menanyakan kartu garansi selama 2 tahun (service dan part) kepada toko penjualnya.

Hendra Wibowo Santoso

Branch Head Itcomm

***

Yayasan Orang Kembar

Yayasan Orang Kembar Nakula Sadewa (YNS) asuhan Kak Seto Mulyadi berorientasi di bidang sosial tanpa membedakan suku, golongan dan agama. Tujuannya membina, menggali potensi orang kembar serta mengayomi orang kembar sebagai karunia Tuhan yang unik.

Di Semarang, organisasi ini masih menerima anggota baru, terbuka untuk segala usia dan jenis kembar. Para orang tua bisa mendaftarkan anak kembarnya via pos surat dengan data: nama, alamat, tanggal lahir,telp dan pas foto 3x4 ke Sdr Budhianto Th. atau Sdr A Renardi di sekretariat Jln Saidan 18 Semarang. Mohon anggota lama mengirim ulang datanya.

Budhianto Th.

Jl Saidan 18 Semarang 50139

***

Cuaca Panas, Siapa Bertanggung Jawab?

Mari berpartisipasi menyambut Hari Pohon tanggal 21 November 2004. Kita menyadari betapa pentingnya penanaman pohon, tapi terlupakan untuk mensukseskan. Buktinya banyak warga, kantor pemerintah/swasta enggan menanam pohon. Mereka mengutamakan halamannya dipenuhi paving, ''plester'' dan aspal.

Bahkan ada masyarakat tidak mau melestarikan tanaman di depan rumah. Bila perlu malah dimatikan dengan berbagai dalih mengotori dan menghambat aktivitas. Tidak sedikit pula oknum mengizinkan berdirinya gedung dan rumah mewah di lereng gunung.

Contoh berdirinya gedung dan rumah mewah di lereng Gunung Ungaran sebelah barat objek wisata Bandungan. Itulah di antara penyebab lokasi wisata di Bandungan tidak senyaman dan sesejuk dulu apalagi lingkungan kurang bersih.

Suhu uidara di Ambarawa, Ungaran dan sekitarnya makin meningkat. Berdirinya pabrik-pabrik di lahan subur, juga kurang mengindahkan perlunya menanam pohon di arealnya. Hal ini karena rendahnya warga dan pemerintah merealisasikan program penghijauan. Bila berkelanjutan siapa yang bertanggung jawab.

Pihak terkait ikut menjelaskan dan mengambil langkah nyata untuk menanam pohon/menghijaukan lingkungan. Bagaimana aturan untuk menanam pohon di lahannya dan apa sangsi hukumnya. Juga siapa yang tanggung jawab penanaman pohon di pinggir jalan/pertokoan?

Saya berharap semua orang berkewajiban melestarikan dan merealisasikan penanaman pohon di areal rumah dan lingkungannya. Masyarakat mendambakan rimbunnya pohon angsana seperti di Jl Dr Wahidin Kaliwiru Semarang. Penanaman pohon di jalan Ambarawa ke Sumowono yang dulunya dihiasi mahoni peninggalan penjajah, kini kian merana.

Memang untuk merealisasikan semua itu tidak mudah. Tapi saya berharap pihak pengambil kebijakan tidak terlena dalam menanam pohon di Kabupaten Semarang dengan slogan: Serasi.

Roto SPd

Perum Serasi 110, Ambarawa

***

Parkir di Gramedia

Pada 20 November 2004 saya ke Gramedia Jl. Pandanaran Semarang naik motor dan helm saya taruh di stang/spion. Sekitar 1,5 jam saya saat mengambil motor helm sudah raib, padahal harganya cukup mahal, Rp 100 ribu lebih.

Belum habis saya berfikir, tiba-tiba petugas parkir menyapa dengan ramah sambil memberikan helm saya. ''Maaf, helm Bapak tadi saya ambil dan saya taruh di tempat penitipan. Helm Bapak sepertinya mahal dan kami tidak ingin helm tersebut hilang'', katanya dengan senyum ramah.

Kemudian datang lagi petugas parkir yang lain sambil menambahkan: ''Iya Pak, kami juga tidak mau seandainya barang milik pengunjung toko yang ditaruh di kendaraan jadi hilang. Ini merupakan tanggung jawab kami dan kami tidak ingin pelanggan merasa tidak aman memarkir kendaraan di sini.

Dia menambahkan jumlah petugas parkir terbatas dan tidak setiap saat dapat mengawasi motor yang diparkir. Saya berterima kasih kepada dua bapak petugas parkir yang begitu memperhatikan barang milik pelanggan.

Terlepas dari biaya tambahan penitipan helm, yang terpenting sikap dan inisiatif petugas parkir sangat bertanggung jawab. Saya salut kepada manajemen TB Gramedia yang menempatkan orang-orang masih bisa peduli dan menghargai barang milik orang lain.

Iwan Kartiko Laksono

Jl WR Supratman 16 Temanggung

***

Ambruknya Gedung DPRD Kota Pekalongan

Suatu hal yang bikin tercengang khususnya masyarakat Kota Batik, gedung DPRD yang merupakan kebanggaannya ambruk bagai dilanda gempa. Ironisnya ambruk setelah baru saja direhab, gentingnya yang semula multilux diganti keramik yang megah dan indah.

Pada waktu itu kepala DPU buru-buru berkomentar, konstruksi atap gedung sebenarnya mampu menyangga berat genting keramik yang baru dipasang. Buru-buru juga pihak Pemkot menyatakan untuk mengetahui penyebabnya, akan didatangkan tim dari Undip.

Perkembangan berikutnya, genting keramik di gedung Sekretariat Daerah yang juga baru dipasang buru-buru diturunkan. Nampaknya takut ambruk juga. Saya ingin memberikan saran kepada tim Undip, agar hati-hati menangani kasus ini. Jangan ada kesan tim menjadi ''pembela'' pejabat yang lalai, mengingat kasusnya juga menyangkut kerugian terhadap keuangan daerah.

Tim Undip agar lebih objektif dan transparan dan sebaiknya juga minta masukan dari kepala DPU Kota Pekalongan (mantan), perencana, mantan kepala DPU Kota Pekalongan saat penggantian atap sirap dengan atap multilux. Juga pejabat/mantan pejabat serta dari Kipraswil.

Masukan pejabat sekarang juga penting, tetapi dikhawatirkan bertendensi membela diri, bahkan mungkin akan mencari kambing hitam dari kalangan pejabat lama. Hemat saya, ambruknya atap gedung bagaimana pun secara teknis tanggung jawab pejabat teknis yang ada sekarang yang nampaknya kurang teliti.

Kekurangtelitian tersebut: Waktu baru saja ambruk, kepala DPU menyatakan konstruksi gedung mampu, tetapi mengapa genting keramik di gedung Sekretariat Daerah buru-buru diturunkan kembali.

H Soehardi Sarwojati SH

Jl Puspanjolo Tengah 63, Semarang

***

Perihal Jawaban Bank Mandiri

Membaca pemuatan tanggapan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di Surat Pembaca 8 Desember 2004 berjudul ''Jawaban Bank Mandiri'', kami informasikan bahwa terdapat kesalahan/perbedaan kata yang menimbulkan penafsiran berbeda.

Salah satu kalimat tertulis ''... pembebasan biaya ...'', seharusnya ''... pembebanan biaya...'' sesuai jawaban surat kantor pusat kami No CHC CAF/1788/2004 tanggal 3 Desember 2004. Mohon diralat karena kesalahan bukan pada pihak kami.

Kantor Wilayah VII Semarang

Rochadi Kardiyanto

Marketing Manager


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA