logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 MURIA
Line

Kekompakan Warga Jadi Modal

''INGAT..., setetes madu yang ku berikan, seabrek kebahagiaan yang kau rasakan. Hanya Rp 30.000/botol. Murah kan''. Demikian bunyi promosi yang terpampang di samping lima botol madu tawon jawa dalam show produk kreatif kelompok kerja (pokja) PKK di Desa Banjaragung, Kecamatan Bangsri, kemarin.

Di stan yang sama, kalimat promosi buah nangka besar tak kalah menggelitik. ''Biar daku hijau, rasanya gula deh. Mau coba? Bayar dulu Rp 5.000/buah''. Di atas nangka membentang selonjor tebu kuning dengan label sinis. ''Siapa bilang tebu itu pahit? Seribu aja deh per lonjor''. Di ujung meja tampak mengonggok ketela ''mukiban'' dengan tarif harga Rp 10.000 yang beratnya lima kilogram/gelondong.

Di balik kesan ''unjuk rasa'' pada kalimat promosi itu, tampak ibu-ibu penjaga tiap stan saling menyapa akrab tanpa sedikit pun terpengaruh ketatnya persaingan kreativitas produk yang dijajakan.

Ya, pagi kemarin hampir seluruh warga desa yang baru berdiri dua tahun silam itu tumplak di sepanjang jalan hingga ke pusat kegiatan, balai desa. Maklum, pagi yang cerah kemarin memang ada evaluasi dari tim penggerak PKK tingkat provinsi. Desa Banjaragung menjadi duta Kabupaten Jepara untuk tingkat Jateng.

Kakek

Kekompakan warga terlihat baik sebelum maupun saat acara dimulai. Puncaknya saat menyambut kedatangan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jateng Ny Moh Hasbi. Ratusan siswa sekolah dasar dan menengah membaur jadi satu. Kakek-kakek beranjar di depan pintu regol balai desa sambil menabuh rebana tradisional. Kawanan barongsai yang melonjak-lonjak di barisan paling depan menambah ramai. Gong, kendang, kentongan, dan alat musik tradisional lain bertalu padu.

Dalam sambutannya, istri wakil ketua DPRD Jateng itu mengaku gemetar melihat kekompakan warga.

''Terus-terang kaki saya gemetar menyaksikan kekompakan saudara-saudara di sini,'' ungkapnya.

Terkait dengan kegiatan tersebut, dia menegaskan bahwa acara itu bukan lomba tingkat provinsi, melainkan evaluasi. ''Jadi tidak ada yang kalah dan yang menang,'' katanya. Dia menuturkan, evaluasi tersebut nanti diharapkan bisa menjadi motivasi bagi PKK di daerah-daerah untuk terus berpacu dalam melaksanakan program andalan masing-masing.

Mengenai evaluasi terhadap PKK duta Jepara, yang paling membuat dia terkesan adalah kekompakan warga. ''Keguyuban teman-teman di sini nyaris tak tertandingi. Kekompakan adalah salah satu materi evaluasi,'' katanya.

Ny Wahyu Jatmiko, istri mantan camat Bangsri mengatakan, Desa Banjaragung baru berdiri dua tahun lalu. ''Dulu bernama Desa Banjaran. Kemudian ada pemekaran untuk mempercepat laju pertumbuhan desa,'' tuturnya. (Muhammadun Sanomae-90s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA