logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 MURIA
Line

Golkar Rembang Terancam Pecah

  • Kader Muda Deklarasikan Golkar Kultural

REMBANG -Kepengurusan Partai Golkar Rembang di bawah kepemimpinan H Djoemali SSos terancam pecah dalam menghadapi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati periode 2005-2010.

Seperti yang terjadi kemarin, sejumlah kader muda partai berlambang pohon beringin itu mendeklarasikan berdirinya Golkar Kultural.

Acara di sebuah rumah makan itu diprakarsai dua kader partai yang memiliki posisi sebagai Koordinator Komando Satuan Tugas (KKST) Partai Golkar, yaitu Riyadi dan Abdul Ghoni. Sedikitnya 35 kader muda hadir dalam acara tersebut.

Seusai deklarasi, Riyadi mengatakan, tujuan acara tersebut adalah mendesak DPD agar segera menetapkan nama calon sesuai dengan keinginan arus bawah yang nanti ditampilkan dalam pilbup 2005.

''Terus terang, arus bawah meng-gadang-gadang Pak Hen (H Hendarsono). Karena itu, kami berharap DPD juga menjagokan Pak Hen,'' ujar Riyadi.

Bagaimana kalau DPD punya jago lain? Riyadi mengemukakan, berbagai kemungkinan bisa saja terjadi. Namun, kalau Golkar Rembang ingin utuh, sebaiknya mengikuti keinginan arus bawah.

''Jujur saja, kami tak ingin Golkar Rembang pecah hanya gara-gara pilbup. Karena itu, kami segera melangkah meneruskan keinginan arus bawah kepada DPD, biar ada persamaan pendapat,'' ucap Abdul Ghoni menimpali pembicaraan Riyadi.

Ghoni berharap, DPD segera menetapkan H Hendarsono dan Gus Ubab (putra KH Maemun Zuber) sebagai calon bupati dan wakil bupati yang diangkat Golkar. Lebih lagi kedua orang itu sudah mendaftarkan diri ke partainya.

Dua Pendaftar

Mengapa arus bawah mendukung Hendarsono? Dia mengatakan, pada pilup 1999 Partai Golkar dan PPP mencalonkan Hendarsono yang akhirnya terpilih menjadi bupati periode 2000-2005. Hendarsono juga dinilai berhasil dalam memimpin daerah.

Ketua DPD Partai Golkar Rembang H Djoemali SSos mengatakan, sekarang sudah ada dua calon bupati yang mendaftar ke partainya. Keduanya adalah H Hendarsono dan Drs H Wiratmoko MM (Sekda).

Meski demikian, DPD belum bisa menetapkan siapa yang bakal diterima karena pemilihan salah satu dari dua pendaftar itu melalui mekanisme yang dibenarkan.

Adanya desakan dari pihak-pihak yang mengatasnamakan arus bawah, Djoemali menanggapi secara enteng. ''Siapa saja boleh memberikan masukan kepada kami asal tidak memaksa. Sebab, partai bukan milik perorangan,'' katanya. (jl-90e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA