logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 SEMARANG
Line

Mabuk, Pemuda Takuti Warga dengan Granat

SALATIGA - Warga Pungkursari, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Salatiga, Rabu malam (6/12) sekitar pukul 20.00 dibuat gempar. Sebab, salah seorang warga setempat bernama Prs (45) yang diperkirakan sedang mabuk, menakut-nakuti warga dengan granat nanas yang dibawanya.

Apakah granat yang dibawanya itu masih aktif atau mainan, belum jelas. Yang pasti, akibat kejadian tersebut warga ketakutan. Dia melakukan hal itu karena sebelumnya terlibat perselisihan dengan warga.

Menurut laporan warga, kejadian tersebut berawal ketika Prs mengendarai sepeda motor di jalan Kampung Pungkursari. Jalan itu terhitung sempit, dan dipenuhi rumah penduduk.

Saat melintas di kerumunan warga yang berada di pinggir jalan, Toha ( 50) warga Pungkursari mengingatkan pelaku agar mengendarai kendaraannya secara berlahan. Tampaknya, teguran tersebut membuat pelaku tersinggung.

Pelaku kemudian turun dari sepeda motor, dan langsung melakukan kontak fisik dengan korban. Warga sempat mendamaikannya, dan pelaku diminta pulang ke rumah.

Tak lama kemudian, pelaku datang lagi seraya membawa sebuah benda mirip granat. Benda itulah, yang membuat warga ketakutan sehingga akhirnya warga melapor ke Mapolres Salatiga, Kamis siang (9/12).

Mendapat laporan tersebut, petugas langsung mendatangi rumah pelaku dan melakukan penggeledahan untuk mencari granat yang dimaksud.

Kaurbinops Reskrim Polres Salatiga, Iptu Andis AT Arifin mengatakan, hingga usai penggeledahan petugas belum menemukan granat yang disangkakan warga.

"Pelaku masih dimintai keterangannya. Karena tidak ditemukan granat, untuk sementara ini dia dikenai pasal penganiayaan ringan. Kalau bisa berdamai, maka masalahnya selesai. Yang penting tidak terjadi gejolak di lingkungan warga Pungkursari," jelas Andis usai penggeledahan. (H2-91a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA