| Jumat, 10 Desember 2004 | SEMARANG |
Pedagang Keberatan Harga Jual Ruko
DEMAK - Sejumlah pedagang Pasar Bintoro Demak, kemarin mengajukan keberatan atas tingginya harga kios rumah toko (ruko) bagian depan yang ditawarkan investor Rp 540 juta dengan ukuran 144 meter persegi, serta harga los yang ditawarkan Rp 54.758.000 lebih untuk ukuran 6x2 meter. Dengan harga yang mahal tersebut, para pedagang lama merasa khawatir, lantaran tidak mampu membelinya. Mereka juga khawatir, yang mampu membeli nantinya hanya pedagang luar pasar yang berkantong tebal, sehingga pedagang lama akan tersingkir. Hal itu terungkap dalam forum sosialisasi investor PT Puma Satya Perkasa Demak, yang akan diserahi menggarap pembangunan Pasar Bintoro. Sosialisasi dilakukan dengan pedagang dan difasilitasi Pemkab itu, berlangsung di Gedung Bina Praja Kabupaten. Harsono, pedagang lama di pasar itu juga meminta pada pihak investor maupun Pemkab untuk tidak mengotak-kotak pedagang Pasar Bintoro. Seperti halnya yang terjadi pada saat pertemuan sosialisasi tahap pertama di Gedung Bina Praja itu. ''Kami usul, mbok seluruh pedagang Pasar Bintoro dihadirkan di pendapa atau di tempat lain yang lebih luas. Dengan harapan, para pedagang menjadi puas dan mengetahui duduk persoalan sebenarnya soal pembangunan itu," kata Harsono. Pedagang lain, Ahmad Naskan menyatakan, bila pedagang lama harus pindah di penampungan baru mereka akan merasa berat. Sebab, harus mengeluarkan biaya sendiri untuk mengusung barang dagangannya. Selain itu, mereka juga terpaksa membeli tenda untuk berjualan di lokasi penampungan selama Pasar Bintoro dibangun. Temui Paguyuban Menanggapi keberatan pedagang tersebut, Dirut PT Puma Satya Perkasa, Giyanto menyatakan bahwa pihaknya akan bertemu dulu dengan paguyuban pedagang Pasar Bintoro yang diketuai Drs H Muntaqo dan wakil Sulistyono SIP. "Kami ingin mengetahui dulu soal pedagang Pasar Bintoro yang terwadahi dalam paguyuban itu. Aspirasi yang mereka inginkan seperti apa," tutur Giyanto. Giyanto menjelaskan, ruko Pasar Bintoro yang ditawarkan seharga Rp 540 juta itu dimaksudkan untuk memberikan subsidi silang kepada pedagang toko/kios di bagian dalam. YMT Kepala Kantor Pengelola Pasar Demak, Ir Soesanto menambahkan, harga kios bagian tengah saat ini berkisar Rp 20 juta-Rp 25 juta dengan ukuran enam meter persegi dan los ditawarkan sekitar Rp 12 jutaan. Hal itu sebagai bahan perbandingan bagi pedagang lama di Pasar Induk Demak tersebut. Mengenai lokasi penampungan, pihak investor akan membantu pedagang, termasuk membantu mengangkut barang dagangan dan tempat dasaran untuk berjualan. Pasar Bintoro menurut rencana dibangun dua lantai, menggunakan lahan seluas 19.333 meter persegi. Terdiri atas tiga blok, yakni blok A (7.500 m2), blok B (6.325 m2), dan blok C (5.508 m2). Dari luas tersebut, pihak investor akan menjual sekitar 60 % (11.599 m2) dari luas lahan yang ada. "Bagian lantai dua, harga kios Rp 2.731.000/m2, sedangkan harga los bagian dalam Rp 2.281.000/m2," kata dia. Ivestasi proyek itu mencapai Rp 32 miliar, sedangkan investasi Pemkab sendiri Rp 12 miliar, berupa penyediaan tanah dan bangunan Pasar Bintoro. (F2-91a) |