logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 SEMARANG
Line

Lahan Parkir Sementara Angkutan Boja Mangkrak

KENDAL - Lahan parkir sementara angkutan umum di Boja yang berada di belakang gedung kantor eks Kawedanan Boja mangkrak. Fasilitas yang dibangun untuk mengatasi keterbatasan daya tampung terminal tersebut kini dibiarkan merana.

Areal seluas kurang lebih 1.000 m2 itu justru difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) sementara Pasar Boja. Sementara itu pada beberapa sudutnya ditumbuhi semak belukar.

Pada 2003, lahan parkir itu pernah difungsikan, namun hanya sanggup bertahan beberapa hari.

Para awak angkutan enggan masuk karena tempat itu tidak dilengkapi fasilitas penunjang yang memadai seperti toilet dan ruang tunggu. Selain itu, lokasinya juga dinilai terlampau jauh dari Pasar Boja.

Dengkil (38), sopir angkutan jurusan Boja-Susukan, menuturkan, pihak berwenang pernah meminta para awak angkutan masuk ke lahan parkir tersebut. Semula mereka menurut. Namun karena di tempat itu tidak terdapat fasilitas apa pun selain lantai paving, para awak angkot tersebut kembali mangkal di depan Pasar Boja.

"Bagaimana mau betah kalau di sana tidak ada apa-apanya? Siang hari panasnya minta ampun, kalau hujan, tidak ada tempat untuk berteduh," ucapnya.

Selain itu, lokasi lahan parkir yang relatif jauh dari pasar, yakni sekitar 300 m, menyebabkan para penumpang enggan datang ke sana.

Para awak angkutan akhirnya mengikuti kemauan penumpang dengan menjemput mereka di depan Pasar Boja.

Suryati (45), warga Limbangan, menganggap lokasi parkir angkutan tersebut terlampau jauh dari pasar. Kondisi itu menyulitkan para pengunjung pasar saat mengangkut barang. Tentu harus menyewa kuli panggul yang berarti harus mengeluarkan ongkos tambahan. "Kalau harus angkut-angkut barang sejauh itu ya repot," ujarnya.

Kembali Difungsikan

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kendal Affandi SH MM menyatakan akan memfungsikan kembali lahan parkir angkutan Boja dalam waktu dekat. Langkah pertama yang akan ditempuh adalah membangun fasilitas penunjang seperti toilet dan ruang tunggu.

Pihaknya telah merencanakan pemindahan los Pasar Weleri ke tempat itu. Los pasar itu difungsikan sebagai ruang tunggu, baik penumpang maupun awak angkutan.

"Mungkin dalam waktu satu atau dua minggu mendatang, pembuatan fasilitas tambahan mulai dilaksanakan," kata Affandi.

Lahan parkir itu hanya dikhususkan untuk angkutan pedesaan yang melayani trayek di dalam wilayah Boja seperti Limbangan, Ngareanak, Susukan, Brayau, dan trayek-trayek kecil lain.

Adapun terminal lama yang berlokasi di belakang Pasar Boja digunakan sebagai pangkalan minibus jurusan Semarang-Boja.

Affandi menuturkan, difungsikannya kembali tempat parkir sementara itu diharapkan akan mengurangi kemacetan arus lalu lintas di depan Pasar Boja. (H6-91n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA