| Jumat, 10 Desember 2004 | SEMARANG |
Bayi Telantar di Roemani Dilaporkan ke PolisiSEMARANG- Kasus bayi yang ditinggalkan orang tuanya di RS Roemani, Kamis (9/12) kemarin, dilaporkan ke kepolisian. Setelah beberapa hari tidak ada kabar dari orang tua bayi tersebut, pihak RS Roemani akhirnya melaporkan kasus penelantaran bayi itu ke Polres Semarang Selatan. Humas RS Roemani Syaifullah SSos MKom mengatakan, sejak Jumat pekan lalu bayi perempuan itu ditinggalkan begitu saja oleh orang tuanya yang mengaku bernama Rini dan Joko. Pasangan suami istri yang mengaku tinggal di Mrican RT 5 RW 6 Kelurahan Kedungmundu, Tembalang itu meninggalkan bayi perempuan yang dilahirkan Rini, Jumat pekan lalu. Bayi itu ditinggalkan setelah disusui untuk kali pertama pada pukul 16.30. ''Pihak rumah sakit sudah mengecek ke alamat yang ditulis orang tua bayi, namun ternyata alamat itu palsu. Setelah ditunggu beberapa hari, mereka tidak juga muncul,'' kata Syaiful. Karena tidak kunjung ada kabar, pihak rumah sakit melaporkan kejadian itu ke kepolisian. Laporan ke polisi, lanjut dia, menguatkan status bayi itu sebagai bayi telantar. Identitas itu memberikan kewenangan kepada rumah sakit untuk mencarikan orang tua asuh. Syaiful mengatakan, belasan orang berniat mengadopsi bayi perempuan itu. Mereka mendatangi RS Roemani, sejak kemarin pagi. Namun pihak rumah sakit, kata Syaiful, tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan. Selain masih menunggu kemungkinan kedatangan orang tua kandung bayi, manajemen RS Roemani akan menyeleksi calon orang tua asuh yang sudah mendaftar. Seleksi itu akan dilakukan oleh tim yang terdiri atas jajaran manajemen rumah sakit. Hal itu dilakukan agar bayi itu mendapatkan orang tua yang benar-benar mau merawat. Selain itu, prosedur pengambilan bayi telantar di rumah sakit juga tidak mudah. ''Tim itu sudah terbentuk dan sudah melakukan tugas pencarian alamat orang tua dan melaporkan ke pihak kepolisian. Tugas lanjutan yang akan dilakukan adalah menyeleksi calon orang tua asuh,'' katanya. (H5-89) |