| Jumat, 10 Desember 2004 | SEMARANG |
Undip Terima Hibah Kompetisi Rp 20 M/Tahun
SEMARANG-Mulai tahun 2004 Undip menerima program hibah kompetisi sebesar Rp 20 miliar per tahun. Program itu diberikan kepada 23 program studi/unit kerja di perguruan tinggi itu. Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc menjelaskan, program tersebut terbagi atas 18 program SP4, 1 program A1, 5 program A2, 3 program A3, dan 1 TPSDP.''Program bantuan tersebut diperoleh sebagai hasil berkompetisi dengan PT lain di seluruh Indonesia,'' ujar Eko kepada wartawan di rektorat Undip Pleburan, Kamis (9/12). Dia menjelaskan, dana tersebut dialokasikan untuk mem-back-up kegiatan universitas. Dana program hibah kompetisi itu tidak boleh digunakan untuk pembangunan fisik atau sarana-prasarana. Untuk bisa mengajukan program hibah kompetisi, sebuah PT harus melewati kegiatan akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Selain itu, PT tersebut disyaratkan telah melakukan Evaluasi Program Studi Berdasarkan Evaluasi Diri (EPSBED) oleh Ditjen Dikti. ''Selanjutnya, PT itu harus melakukan penjaminan mutu secara internal. Hal itulah yang kini mulai dilakukan di Undip,'' tambah Pembantu Rektor I Undip Prof Sudharto P Hadi MES PhD. Dia menjelaskan, penjaminan mutu internal adalah proses penetapan dan pemenuhan standar mutu pengelolaan secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan begitu, konsumen, produsen, dan pihak lain yang berkepentingan memperoleh kepuasan. Butir-butir yang menjadi perhatian dalam melakukan penjaminan mutu internal, antara lain kurikulum program studi, sumber daya manusia (SDM), proses pembelajaran, serta sarana dan prasarana akademik. Selain itu, penjaminan mutu internal dilakukan pada persoalan keuangan, penelitian dan publikasi, pengabdian pada masyarakat, sistem informasi, dan hal-hal terkait lain. Transparan Dihubungi secara terpisah Presiden BEM Undip Aris Fajar Rokhani berharap bantuan tersebut bermanfaat sepenuhnya untuk peningkatan kualitas dan kemampuan mahasiswa. Sebab, menurut dia, pada beberapa waktu terakhir karya ilmiah mahasiswa Undip justru tertinggal dibandingkan dengan PT lain. ''Kalau disebut-sebut Undip peringkat kedua setelah UGM dalam program hibah kompetisi, tentu harus disyukuri. Namun, ke depan prestasi itu mesti dibarengi peningkatan kualitas mahasiswa,'' ujar Aris. Di sisi lain, dia mengharapkan penggunaan dana tersebut dilakukan secara transparan serta sesuai dengan tujuan awal. Dengan begitu, mahasiswa akan merasakan betul manfaat dana program hibah kompetisi tersebut. ''Mudah-mudahan dengan bantuan dana itu Undip bisa meningkatkan kualitas pendidikan, tanpa membebankan pembiayaannya pada mahasiswa. Sebab, terus terang masih banyak mahasiswa yang terbebani oleh pungutan-pungutan,'' katanya. Beberapa waktu ke depan, BEM akan melakukan cross-check kepada pihak-pihak terkait untuk mengetahui besaran serta pengalokasian dana program hibah kompetisi. Selama program berjalan, kata Aris, mahasiswa tetap akan melaksanakan pengawasan.(amp-89) |