| Jumat, 10 Desember 2004 | SEMARANG |
Para Calon Bersaing Ketat di Parpol
SEMARANG- Para calon wali kota dan wakil wali kota harus bersaing di internal partai politik, sebelum menjadi calon jadi yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik ke KPU Kota Semarang. Menurut Ketua KPU Rahmulyo Adiwibowo, setiap partai politik atau gabungan partai politik hanya boleh mendaftarkan atau mengusulkan satu pasang calon ke KPU. Satu pasangan calon tersebut tidak dapat diusulkan lagi oleh partai politik atau gabungan partai politik. ''Jadi setiap parpol atau gabungan parpol harus melakukan seleksi internal guna memilih satu pasang calon,'' ungkapnya , menyikapi ramainya bursa calon wali kota dan wakil wali kota menjelang pilkada Kota Semarang. Seperti diberitakan Kamis kemarin, dalam bursa calon wali kota sudah terdaftar 11 nama. Sedang calon wakil wali kota sudah tercatat 7 orang. Total sudah muncul 18 nama. Kemarin, jumlah calon wali kota kembali bertambah. Drs Muchatif Adisubrata yang juga wakil wali kota saat ini, turut mencalonkan diri. Salah satu pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sudah menyatakan niat tersebut. Di Partai Demokrat, menurut Ketua DPC Prajoko Haryanto, calon wali kota yang mendaftar ke partai itu juga bertambah. Kemarin, LSM Peduli Semarang mendaftarkan Kolonel Sumardi, sekarang sebagai Aster Kodam IV/Diponegoro sebagi calon wali kota. ''Dia sudah mempunyai calon wakil yakni Ir Slamet Riyadi MT,'' ungkap dia. Calon wali kota lainnya adalah Kombes (Purn) Parjito dan Kolonel (Purn) Musyafir sebagai calon wakilnya. Sehingga, hingga kemarin sudah ada enam pasang atau 12 calon mendaftar ke Partai Demokrat. ''Kami memang dibanjiri pendaftar.'' Sepi Peminat Berbeda dengan Partai Demokrat yang kebanjiran pendaftar, di Partai Golkar masih sepi dari peminat. Meski menyandang predikat partai besar, para calon belum ada yang tertarik mendaftar ke partai tersebut. Sampai kemarin, baru Bambang Raya Saputra yang terdaftar. Itu pun karena yang bersangkutan sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Semarang. Dukungan yang bulat dari kader Partai Golkar kepada Bambang Raya membuat peluang calon lain yang ingin mendaftar lewat Partai Golkar tertutup. Di Partai Keadilan Sejahtera, dua orang mantan calon anggota DPD Jateng Rusdi Rahayu dan Zainuddin Ahmad ikut meramaikan bursa calon wali kota dan wakil wali kota. Kedua orang itu mendaftarkan diri dalam satu paket calon wali kota dan wakil wali kota kepada Partai Keadilan Sejahtera. Ketua Plh DPD PK Sejahtera Johan Rifai membenarkan pendaftaran pasangan tersebut. ''Mereka mendaftar satu paket ke Partai Keadilan Sejahtera,'' jelasnya. Sementara itu, di kubu Sukawi Sutarip, dukungan dari sejumlah partai mulai mengkristal. PDI-P jelas mencalonkan Sukawi, sedangkan PAN dan PPP sudah mulai mengarah ke Sukawi. Sedang PKB, sejauh ini belum menentukan sikap. Sekretaris DPD PAN Junaidi mengatakan, pada Rabu malam PAN telah menggelar pertemuan resmi dengan PPP untuk membicarakan soal pencalonan wali kota. ''Pertemuan baru dengan PPP. Rencananya akan menggandeng partai lain. Tapi meski niat ada tapi secara resmi belum terealisasi. Salah satunya, masing-masing partai ingin menyodorkan calon wali kota yang berbeda,'' ucap dia. Sementara itu, sejumlah calon wali kota yang dipandang kuat sampai kemarin masih enggan menentukan calon wakilnya. Seperti Sukawi Sutarip, seusai sidang paripurna masih enggan menyebut siapa calon wakilnya. Dia yang sudah mendapatkan modal maju ke pilkada karena LPj akhir masa jabatannya tidak ada masalah, berjanji akan memberi jawaban pada waktu yang tepat. Adapun Slamet Prayitno, juga belum bersedia memberi keterangan siapa wakilnya. Menurut beberapa sumber, mantan Kepala Bakes Bang Linmas Provinsi Jateng itu masih menunggu serahterima jabatannya itu kepada pengganti pada 11 Desember 2004. (G17,H1-84) |