| Jumat, 10 Desember 2004 | INTERNASIONAL |
Seperempat Warga Dunia Pakai HPJENEWA - Para pengguna telepon genggam (Hp) di seluruh dunia mencapai hampir 1,5 miliar pada pertengahan tahun ini, atau sekitar seperempat penduduk dunia, kata Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU), Kamis kemarin. Angka tersebut mencerminkan lonjakan tajam dalam bisnis Hp, terutama di negara-negara berkembang, selama lima tahun terakhir. Jumlah pengguna berlipat dua sejak 2000, demikian laporan tahunan badan PBB tersebut. Menurut ITU, pertumbuhan pengguna Hp telah melebihi jumlah pelanggan telepon rumah yang mencapai 1,85 miliar unit pada saat ini. Padahal, pada awal abad ke-21, jumlahnya baru satu miliar. Angka tersebut juga melampaui tingkat kenaikan pengguna internet. Menurut laporan itu, kenaikan penggunaan Hp paling drastis adalah di tiga negara berpenduduk paling padat di dunia, yakni China, India, dan Rusia. Dan pada pertengahan tahun ini, pertumbuhan di negara-negara berkembang secara keseluruhan telah melampaui negara-negara kaya, yakni 56 persen dari seluruh pengguna Hp. Sedangkan pertumbuhan pasar Hp mencapai 79 persen sejak 2000. Juli tahun ini, di China tercatat 310 juta pengguna Hp atau sekitar seperempat dari total penduduknya. Jumlah itu lebih banyak daripada seluruh populasi AS, kata ITU. Telepon Rumah Merosot India, dengan basis pelanggan jauh lebih kecil, pada tahun ini mengalami pertambahan jumlah Hp sebanyak 11 juta. Dengan demikian, total pengguna Hp di sana adalah 44,5 juta. Di Rusia, menurut laporan tersebut, jumlah pengguna Hp melonjak dari 36,5 juta unit pada tahun lalu menjadi 60 juta pada September tahun ini. Pendapatan bisnis Hp di seluruh dunia mencapai 414 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.700 triliun) pada 2003. Itu berarti, terjadi kenaikan 10 kali lipat dalam 10 tahun terakhir sejak 1993. Kendati demikian, pada periode yang sama, seluruh sektor telekomunikasi meningkat rata-rata 8,8 persen, hingga nilai bisnisnya mencapai 1,1 triliun dolar AS. Di sektor telepon rumah, yang merupakan arus utama telekomunikasi masyarakat sejak abad ke-19, pertumbuhan berlangsung lambat dan bahkan merosot sejak 2001 (sebagian karena ada penurunan pendapatan dari tarif telepon internasional). (rtr-ben-30) |