logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 INTERNASIONAL
Line

1.000 Orang Mati Tiap Hari di Kongo

KINSHASA - Lebih dari 1.000 warga sipil Kongo meninggal setiap hari. Hampir seluruhnya meninggal karena penyakit dan kekurangan gizi, akibat konflik berlarut-larut yang telah menewaskan 3,8 juta orang, ungkap sebuah badan kemanusiaan, Kamis kemarin.

Sekalipun perang yang berlangsung selama lima tahun di Republik Demokratis Kongo telah dinyatakan berakhir tahun lalu, Komite Penyelamatan Internasional (IRC) mengatakan negara itu masih tenggelam dalam "krisis paling mematikan".

Namun komunitas internasional tidak melakukan apa pun untuk menghentikan krisis tersebut.

"Dalam enam tahun, dunia kehilangan populasi yang sama dengan penduduk seluruh Irlandia atau kota Los Angeles," kata Dr Richard Brennan, salah seorang pengurus IRC yang berbasis di New York.

"Berapa banyak lagi warga Kongo yang tidak berdosa harus menjemput ajal, sebelum dunia mulai memberikan perhatian?" tanyanya.

Berdasarkan survei terhadap 19.500 rumah tangga, diketahui bahwa hampir separo dari mereka yang tewas adalah anak-anak balita. Sebanyak 98 persen meninggal karena penyakit dan kekurangan gizi, akibat sistem perawatan kesehatan yang hancur selama perang.

Kesepakatan damai ditandatangani pada 2002, dan sebuah pemerintahan transisi dibentuk tahun lalu. Pemerintah sementara itu bertugas menyelenggarakan pemilu pada 2005 di negara Afrika tengah yang besar tersebut. Namun, sebagian besar daerah di timur masih tidak stabil.

Bulan lalu Rwanda, negara tetangga yang kecil, mengancam akan menyerang para pemberontak di Kongo. Ancaman tersebut menyulut kecemasan akan kembali pecah perang berskala besar.

"Jika kekerasan di provinsi-provinsi timur Kongo telah teratasi sepenuhnya, jumlah kematian bakal berkurang sampai tingkat nyaris normal," kata IRC.

Badan bantuan tersebut mengutip kasus Kisangani, kota yang tak lagi dilanda pertempuran. Di kota itu, layanan dasar telah pulih dan tingkat kematian berkurang sampai empat per lima. (rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA