| Jumat, 10 Desember 2004 | INTERNASIONAL |
20 Orang Ditemukan Hidup meskipun Terkubur 10 HariMANILA - Sekitar 20 warga Filipina ditemukan masih hidup dalam reruntuhan bangunan, Kamis kemarin, 10 hari setelah negeri itu diterjang badai dan tanah longsor. Bencana alam tersebut memporakporandakan beberapa provinsi di bagian timur dan utara negara itu. Seorang tentara mengatakan kepada radio DZMM, para prajurit dan regu penolong yang bertugas di kota Real berhasil menarik keluar hidup-hidup seorang wanita berusia 50 tahun bernama Maria Tamares dan tiga anak. Para korban itu tertimbun reruntuk bangunan di lantai bawah tanah sebuah gedung yang digunakan sebagai panti asuhan anak-anak Kristiani. Wanita itu mengatakan kepada regu penolong, ada sekitar 20 lagi yang selamat. Gedung panti asuhan itu runtuh pada 29 November lalu, kata Kapten Gerry Sultana. "Kami sedang menggali lumpur dan beton, ketika mendengar suara rintihanm dan permintaan tolong dari bawah tanah," katanya kepada DZMM. "Kami semula tidak pernah berharap dapat menemukan orang-orang yang selamat dari bawah reruntuhan tersebut. Sebelumnya, selah tiga hari melakukan penggalian kami hanya menemukan mayat-mayat yang telah rusak." Sekitar 1.400 orang tewas atau hilang setelah topan dan tiga badai tropis menerjang provinsi-provinsi di wilayah timur dan utara Manila dalam jangka waktu dua minggu. Badai itu memicu terjadinya longsoran lumpur dan banjir bandang. Dianggap Keajaiban Tim penyelamat berupaya menyediakan makanan, air bersih, dan tenda bagi sekitar 650.000 orang yang selamat. Kekhawatiran akan datangnya penyakit cukup tinggi, akibat kurangnya sistem sanitasi. Presiden Gloria Macapagal Arroyo menyebut penemuan empat orang yang masih hidup di Real itu sebagai keajaiban, dan mengatakan para regu penyelamat diharapkan dapat menemukan korban hidup yang lain. Sedikitnya 100 orang diduga berada di dalam gedung berlantai dua itu ketika runtuh, dengan hanya empat orang yang dapat keluar. Sekitar 40 mayat telah ditemukan. Sultana mengatakan seorang wanita dan tiga anak tersebut ditemukan Kamis kemarin, tanpa luka. Namun mereka sangat lemah dan "pucat seperti abu". Mereka tertimbun tepat di bawah tempat jatuhnya air dari lantai atas gedung. Mereka kemudian dibawa ke sebuah kamp militer untuk pemeriksaan kesehatan. "Mereka selamat karena terus berdoa, dan Tuhan mendengar doa mereka," tambah sang kapten. Perusakan hutan dipersalahkan sebagai penyebab lebih buruknya bencana alam tanah longsor dan baniir belakangan ini. Arroyo mengatakan akhir minggu lalu, dia akan membatalkan seluruh izin bagi penebangan hutan dan pengangkutan kayu. (ant-30) |