logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 10 Desember 2004 BUDAYA
Line

"Partai Saya Pagopi"

DASAR komedian, selalu punya jalan ke luar elegan saat mendapatkan tekanan. Mereka dengan mudah membalikkan persoalan serius menjadi sesuatu yang ringan yang menyegarkan. Begitupun dengan Kirun, pelawak kondang asal Jawa Timur.

Saat ditanya aktivitasnya di dunia politik, dia menjawab: "Saya ndak politik-politikan. Kalau situ mau tahu, partai saya adalah Pagopi," ujarnya seusai pentas wayang orang di gedung PKJT Semarang, baru-baru ini.

Seperti diduga, jawaban itu adalah kelakar. Pagopi yang dia maksud bukan partai yang sebenarnya. Kirun lantas menjelaskan kepanjangan akronim tersebut. "Pagopi itu, Partai Golek Pangan Indonesia."

Ya, sebagai seorang entertainer sejati, Kirun mengaku enggan menerjuni politik praktis. Untuk itu, dia menyesalkan pihak yang mengotak-kotakkan dirinya ke dalam partai tertentu. Menurut Kirun, seorang pelawak harus menempatkan diri sebagai punakawan.

"Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong itu bisa menghibur ksatria dari Ngamarta, Ngastina, atau Pancawati. Mereka harus bisa menempatkan diri di tengah-tengah, tanpa harus larut di dalamnya," ujarnya. (H6-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA