| Jumat, 10 Desember 2004 | BUDAYA |
Murry's Group, Metamorfosis Koes PlusGEDUNG Graha Saba Buana Solo, Rabu (8/12) malam lalu menjadi saksi sejarah terbentuknya kembali Murry's Group. Untuk kali pertama, gedung yang berada di wilayah Kecamatan Sumber itu menjadi ajang penampilan kelompok musik tersebut setelah diproklamirkan pembentukannya pada 10 Oktober lalu. Pada 1977, Murry's Group memang pernah muncul. Dan itu terjadi ketika tahun itu Murry sempat keluar sebagai drumer Koes Plus. Namun itu hanya bertahan selama satu tahun. Seiring dengan kembalinya Murry dengan kelompok musik legendaris tersebut, Murry's Grup pun seperti menghilang. Kini, Murry's Group muncul lagi. Hebatnya, dalam kemunculan kali ini hampir seluruh pemainnya adalah mantan personel Koes Plus. Paling tidak ada tiga nama yang menjadi mantan personel Koes Plus, yakni Murry (drumer), Andolin (kibor/melodi), dan Jack Kasbi (bas). Hanya ada satu nama yang mungkin bisa dipandang sebagai wajah baru, atau yang belum pernah merasakan bergabung dengan Koes Plus. Nama itu adalah Arwed Suwarno, vokalis sekaligus pemain gitar. Dengan kapasitas para personelnya yang seperti itu maka penampilan Murry's Group di Solo dalam kemasan "Dua Jam Bersama Murry Koes Plus" pada Rabu malam lalu ibarat metamorfosis dari penampilan Koes Plus. Dan itu semakin kentara ketika warna vokal dari Arwed tak beda jauh dengan warna vokal Yon Koeswoyo. Akustik Malam itu, Murry's Group membuka penampilannya dengan lagu "Gadis Genit". Baru sampai pada lagu pertama ini, penonton sudah mulau terlihat larut. Hingga ketika menginjak lagu berikutnya, semakin terasa ketika ratusan penonton yang hadir malam itu sudah mulai meminta lagu. ''Andaikan Kau Datang... Pak Tani...,'' begitu teriak sejumlah penonton yang berada di sisi sebelah barat panggung. Tak ingin mengeceawakan antisisme penonton tersebut, Arwed kemudian berbalik untuk kemudian menawarkan kepada penonton lagu apa yang diminta. Lalu hadirlah di antaranya "Nusantara" (medley IV, V, II, VII), "Kisah Sedih di Hari Minggu", "Mari Kemari", dan "Desember". Dan pada suatu ketika, penonton pun dibuat surprise ketika mendadak Murry beranjak dari tempatnya memainkan drum. Lalu bergabung dengan rekannya yang lain di depan panggung, untuk kemudian bersama-sama memainkan musik akustik. ''Benar kesempatan yang luar biasa, bisa menyaksikan mereka memainkan musik akustik,'' papar Dedy, salah seorang penggemar. Boleh jadi memang benar apa yang dikatakan lelaki tersebut. Penampilan Murry dan kawan-kawannya dalam format musik akustik itu memang membuat suasana malam itu menjadi semakin terasa warna Koes Plus-nya. (Wisnu Kisawa-81) |