logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SALA
Line

Perempatan Delanggu Membahayakan Pemakai Jalan

KLATEN- Kondisi jalan di perempatan Pasar Delanggu, sangat mengkhawatirkan. Di jalur sebelah kiri (selatan) arah ke Solo terdapat lubang-lubang berukuran besar yang berjejer-jejer sepanjang kurang lebih 200 meter sebelum lampu pengatur lalu lintas. Bila malam, kondisi seperti itu sangat membahayakan para pengguna jalan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, jalan di perempatan Pasar Delanggu memang rusak sejak lama. Terutama jalan yang berada di pinggir median jalan (pembatas) tampak bergelombang. Hal itu disebabkan kondisi tanah di jalan relatif sempit itu labil, sedangkan tonase kendaraan yang besar dan frekuensi kendaraan lewat tinggi.

Kerusakan pada jalur sisi selatan yang berimpit dengan median jalan sudah diperbaiki dengan cara diratakan dan dilapis aspal sebelum Lebaran. Namun saat ini, kondisi jalan sudah rusak lagi. Bahkan kerusakannya lebih parah dari sebelum diperbaiki.

Saat ini di lapisan aspal tambalan baru yang lebarnya sekitar dua meter dengan panjang 200 meter itu sudah terdapat lubang-lubang berukuran besar. Diameter lubang antara 30-70 cm. Jarak antarlubang juga relatif dekat.

Bila hujan turun, lubang akan tergenang sehingga tidak begitu terlihat oleh pengendara yang melewati jalan dengan kecepatan tinggi. Kondisi itu sangat berbahaya terutama bagi pengendara sepeda motor. Bagi pengendara mobil akan terganggu kenyamanannya.

''Saya merasakan sendiri kerusakan di jalan itu tadi malam, banyak sekali lubangnya. Kondisi jalan itu sangat berbahaya dan harus segera diperbaiki. Apalagi jalan itu biasanya untuk ngebut,'' kata Wakil Ketua DPRD Klaten Drs Anang Widayaka, kemarin.

Mantan Ketua Komisi D DPRD periode sebelumnya itu prihatin dengan keadaan jalan tersebut. Menurutnya, kerusakannya sangat parah, jadi mau tidak mau harus segera diperbaiki. Dia menyentil soal dana pemeliharaan rutin untuk jalan Raya Yogya-Solo. ''Jalan Yogya-Solo adalah jalan nasional. Walau jalan itu sudah diserahkan pada Pemkab, ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan rutin dari APBN. Kalau jalan di Delanggu itu yang menangani DPU Surakarta Barat,'' ujarnya.

Ketua Komisi III bidang pembangunan DPRD Klaten H Darmadi SPd mengatakan, kondisi tanah di jalan tersebut labil sehingga mudah rusak. Tak lama setelah selesai dibangun, jalan di depan Pasar Delanggu sudah rusak yakni bergelombang.

''Jalan Raya Yogya-Solo terutama yang di depan Pasar Delanggu itu sempit, tonase kendaraan besar, dan frekuensi kendaraan yang lewat tinggi. Kerusakan sudah sejak pertengahan puasa. Kualitas material untuk perbaikan tidak sesuai dengan kelas jalan sehingga cepat rusak,'' ujarnya.

Sejak awal, pembangunan jalan tersebut kurang memperhatikan kondisi tanah dan faktor lain. Akibatnya, material yang dipakai tidak sesuai dengan beban di atasnya. Seharusnya, jalan itu menggunakan konstruksi beton agar awet.

''Jalan itu sebaiknya dibeton agar tidak mudah rusak. Kondisi jalan di situ kan harus baik agar lalu lintas lancar. Selama ini jalan tersebut rawan macet karena sebelah jalur sering digunakan untuk parkir kendaraan,'' ujarnya.

Darmadi juga menyoroti lampu-lampu penerang di sepanjang jalan Raya Yogya-Solo yang sampai sekarang masih banyak belum menyala. Akibatnya, beberapa lokasi jalan masih gelap terutama daerah luar kota yang sepi.(F5-85s)


HexWeb XT DEMO from HexMac International

Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA