logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SALA
Line

LSM Gadungan Gentayangan di Proyek

SRAGEN- Sejumlah oknum mengaku dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), akhir-akhir ini sering gentayangan di lokasi proyek di Sragen. Mereka berlagak seperti peninjau atau pengawas proyek. Sebelum meninggalkan proyek, oknum berjumlah dua atau tiga orang itu sering memberikan penilaian proyek yang ditinjau, apakah baik atau jelek. ''Anehnya sebelum pulang kok minta uang transportasi, kan aneh. LSM macam apa itu?" kata Suhadi, pekerja proyek rehab SD yang pernah didatangi oknum tersebut. Menurut pengamatan dia, saat memeriksa proyek mereka sebenarnya tidak dibekali surat tugas dari DPU ataupun Pemkab Sragen.

Dilihat dari cara menilai proyek garapan yang tengah dikerjakan, sebenarnya mereka tidak memiki keahlian teknis bangunan. Kabarnya mereka juga tidak memiliki pekerjaan tetap, selain sebagai ''peninjau'' proyek. Sebulan dua kali mereka nongol di Kantor Dinas PU. ''Proyek masih digarap dinilai jelek, tapi ketika dimintai solusi teknis bangunan mereka tidak tahu,'' tutur Maryo, mandor lain. Baik para pekerja maupun mandor proyek umumnya sudah mengetahui kalau mereka hanya ingin mencari-cari kesalahan dengan motif mendapatkan uang. Indikasinya, jika diberi uang memang mau menerima. Pemberian uang bervariasi antara Rp 25.000-Rp 250.000.

Mereka mengaku sebagai reformis dan sudah aktif memeriksa proyek di Kabupaten Sragen sejak setahun silam. Namun tidak pernah memaparkan hasil penyimpangan proyek ke DPU ataupun pers. Biasanya LSM legal yang melakukan investigasi terhadap penyimpangan proyek jika menemukan penyimpangan akan dibuka ke masyarakat melalui media cetak ataupun media elektronik. Tapi tindakan membuka penyimpangan proyek ke media, belum pernah dilakukan oknum LSM itu.

Pengurus BPC Gapensi Tartono BSc mengaku sudah mendengar adanya dua oknum mengaku sebagai LSM yang gentayangan di sejumlah proyek. Bahkan proyek milik dia juga pernah didatangi.

Secara terpisah, aktivis Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sutiatmoko Wardoyo mengimbau para kontraktor, jika dikunjungi oknum itu untuk menanyakan apa kepentingannya. Lagi pula pengamatan terhadap proyek validitasnya tidak jelas.(nin-85s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA