| Sabtu, 04 Desember 2004 | SALA |
Pedagang Keluhkan Kondisi PasarBOYOLALI- Setelah direpotkan dengan tempat dasaran (tempat berjualan-Red) kurang luas, para pedagang yang menempati pasar darurat di Stadion Sono Krido Sunggingan, Boyolali, kini mengeluhkan kondisi pasar. Curah hujan yang cukup tinggi ini menjadikan kondisi pasar becek dan berlumpur. Hal itu menyebabkan warga masyarakat mengurangi belanja ke pasat darurat. ''Karena itu saya minta kepada pemerintah agar kondisi pasar yang berlumpur diperhatikan,'' kata Warto, salah seorang pedagang. Hal senada juga dikeluhkan pedagang Pasar Ampel, yang menempati pasar darurat di lapangan Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel. Menurut Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Ampel (PPPA) Suwarno, kondisi becek dan berlumpur tidak hanya di dalam pasar. Jalan menuju ke pasar sepanjang 500 meter juga sangat memprihatinkan. Curah hujan yang tinggi memperparah kondisi pasar. Bila tidak cepat-cepat diperbaiki berdampak situasi pasar lesu. Kepala Cabang Dinas Pasar Sunggingan FX Djoasto SE mengatakan, pada
musim penghujan memang menjadikan kondisi pasar kurang nyaman. Tetapi dengan
kesadaran sendiri para pedagang menguruk tanah sehingga jalan menuju pasar
sudah lumayan. ''Saya menghargai pedagang yang dengan sukarela memperbaiki
kondisi jalan berlumpur,'' katanya. Menyinggung masih adanya pedagang yang
berjualan di luar pasar, dia mengakui, tetapi berjumlah relatif kecil.
Itu pun hanya hari pasaran, sebab pada hari itu jumlah pedagang membengkak
sehingga pasar darurat tidak mampu menampung mereka.(shj-85s)
|