logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SALA
Line

Musim Hujan, Gunung Merapi Bisa Muntahkan Lahar Dingin

BOYOLALI- Kondisi atau status Gunung Merapi pada musim penghujan ini dilaporkan aktif normal. Dengan demikian situasi gunung dalam keadaan aman dan tidak membahayakan. Namun bila curah semakin tinggi tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir lahar dingin. ''Karena itu warga masyarakat di berbagai desa di Kecamatan Selo, Boyolali, harus tetap waspada,'' kata pengamat Urusan Gunung Api (UGA) Boyolali Singat, kemarin.

Aktif normal, kata Singat, kondisi paling aman atau berada pada status paling rendah. Di atas aktif normal adalah waspada kemudian siaga dan bila sudah dalam kondisi bahaya adalah awas merapi.

Namun dari aktif normal bisa saja berubah menjadi awas merapi. ''Perubahan status gunung mungkin saja terjadi bila curah hujan semakin tinggi,'' kata dia.

Singat mengatakan, curah hujan bisa mengakibatkan material di puncak Gunung Merapi longsor. Longsoran material itu berupa batu dan pasir, sehingga sangat membahayakan keselamatan warga. Karena itu selama musim penghujan diimbau warga tidak berada di ladang atau di pinggir kali. Sebab suatu waktu lahar dingin bisa saja muncul.

Laporan Perkembangan

Berdasarkan catatan Suara Merdeka, banjir lahar dingin pernah terjadi 25 Januari 2003 sekitar pukul 14.00. Warga di Desa Klakah dan Tlogolele, Kecamatan Selo tiba-tiba dikejutkan banjir bandang lahar dingin. Ratusan meter kubik batu dan pasir menggenangi Kali Apu. Selain itu ratusan hektare lahan pertanian hancur, jembatan yang menghubungkan Tlogolele dan Klakah patah. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Menurut Singat, setiap hari sekitar pukul 07.00-08.00 dia selalu menyampaikan perkembangan Gunung Merapi kepada Badan Vulkanologi, Yogyakarta. Dengan demikian situasi atau kondisi gunung selalu terpantau. Apa pun kondisinya dia harus melaporkan, karena suatu waktu bisa berubah menjadi siaga atau awas merapi.

Menyinggung pendakian ke gunung, dia mengatakan, masih ada yang nekat mendaki gunung. Semestinya dengan kondisi yang tidak menguntungkan ini tidak melakukan pendakian. Di samping kondisi jalan licin, juga banyak kabut. Bila tidak hati-hati bisa terjebak atau mengalami kecelakaan. (shj-85s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA