logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SALA
Line

Dijambret, Hp dan Uang Hilang

SUMBER- Isnaini Heru Sanjaya (23), warga Jl Widaran, Boyolali menjadi korban penjambretan di Jl Kutai, Jetis, Solo, kemarin. Korban yang mengendarai Yamaha Alfa itu nyaris terjatuh saat mempertahankan tas yang berisi hp Sony Ericsson, uang tunai Rp 350.000 serta surat penting, termasuk STNK motornya. "Tenaga saya kalah kuat. Pelakunya lelaki dengan mengendarai motor bebek. Dia menyerobot tas saya dari belakang," kata korban, kemarin.

Laporan aksi penjambretan itu diterima petugas jaga Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Surakarta AKP Budi Santoso. "Dengan kejadian ini, berarti dalam seminggu tercatat dua kali aksi penjambretan. Korban satunya adalah warga Pabelan, Kartasura," paparnya.

Menurut Isnaini, dirinya tidak mengira jika dibuntuti pelaku. Kecurigaan muncul ketika lelaki itu mencoba menyalip dan menghalangi laju motornya. "Karena dia menghalangi, saya berusaha menghindar tapi pelaku tiba-tiba menyambar tas coklat yang saya cangklong."

Kejadian yang begitu cepat membuat dirinya tidak mampu mempertahankan tasnya. Meski terjadi tarik-menarik, tenaganya kalah kuat. "Secara refleks, tangan kiri saya memegangi tas sedangkan tangan satunya tetap memegang setang. Akibat tarik-menarik itu, motor saya oleng bahkan saya juga nyaris jatuh. Walau sudah sekuat tenaga, saya gagal menyelamatkan tas," katanya.

Karena di antara barang yang hilang itu terdapat STNK motor Yamaha Alfa, maka laporan korban ke polisi sekaligus digunakan minta surat keterangan untuk mengurus STNK duplikat. "Saya akan mengurus STNK duplikat. Keterangan polisi saya gunakan sebagai pengantarnya."

Kasat Reskrim AKP Masrur mengatakan, pihaknya tengah mencari cara jitu untuk meredam aksi penjambretan yang cenderung naik. "Korban menjambretan sering terluka akibat jatuh dari kendaraan, karena pelaku menyerobot paksa tas korban," katanya.

Bahkan untuk dapat meloloskan diri, penjambret tak jarang menggunakan senjata tajam. Dengan senjata tajam itu pelaku mengancam korban, bahkan melukainya. "Biasanya penjambret yang beraksi dua orang, dan korbannya kebanyakan wanita."(san-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA