logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SALA
Line

Tirtonadi Tak Mampu Tampung Angkudes

  • Perluasan Terminal Mendesak

MANAHAN - Terminal Bus Tirtonadi Solo belum mampu menampung seluruh jenis angkutan umum. Selama ini yang tertampung baru angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP), antarkota antarprovinsi (AKAP), serta sebagian angkutan pedesaan (angkudes) dan perkotaan.

"Sebagai terminal Tipe A, Terminal Tirtonadi tidak menampung seluruh angkutan umum. Alasannya, kapasitas terminal belum memenuhi syarat sebagai Tipe A yang minimal berlahan enam hektare. Luas sekarang baru 3,5 hektare. Itu jelas tidak bisa memenuhi kebutuhan," kata Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Solo, Ponco Wibowo SH SpN, kemarin.

Dikatakan, meski belum mengakomodasi semua jenis angkutan umum, hampir semua fasilitas pelayanan sesuai dengan persyaratan terminal Tipe A sudah terpenuhi. Seperti perkantoran, jalur pemberangkatan dan penurunan, pos kesehatan, MCK, serta tempat sembahyang.

"Sekarang jalur pemberangkatan ada dua di timur dan barat, serta satu jalur penurunan. Idealnya jalur pemberangkatan ada empat, sesuai dengan jurusan di empat arah; barat, timur, selatan, dan utara."

Beberapa jenis angkutan yang selama ini belum sepenuhnya tertampung, lanjutnya, adalah angkutan dalam kota seperti angkuta, taksi, dan bus kota. Demikian juga dengan angkutan pedesaan dan perkotaan, belum mempunyai tempat tersendiri.

"Kalau ingin ideal, ya semua jenis angkutan umum harus dilayani di dalam terminal. Selama ini, ada angkutan pedesaan yang tujuan akhirnya dan mangkal di Pasar Legi. Itu terpaksa ada toleransi, karena kapasitas terminal terbatas."

Kondisi Lapangan

Demikian juga untuk AKAP, dari jurusan selatan (Wonogiri) belum semua masuk terminal. DLLAJ mendirikan pos TPR di Kerten untuk menarik retribusi bus AKAP jurusan selatan yang tidak masuk terminal. Alasannya, bus tersebut sudah penuh dan tidak lagi menaikkan penumpang di terminal.

"Memang ada yang mengatakan terminal masih layak dan menampung bus. Tapi mereka tidak mencermati dan memahami dengan benar masalah transportasi sepenuhnya di lapangan," katanya.

Untuk mengoptimalkan terminal yang sekarang, menurut Ponco, DLLAJ mengajukan usulan perluasan dengan perencanaan ulang. Perluasan itu dengan memanfaatkan Taman Tirtonadi yang kondisinya sekarang kumuh.

Sesuai dengan perencanaan yang akan diajukan, ada dua jalur pemberangkatan, barat dan timur, serta dua jalur penurunan. Jalur pemberangkatan untuk bus jurusan barat, seperti Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Jakarta, Bandung, Bogor, dan Lintas- Sumatera ditempatkan di lahan baru Taman Tirtonadi. Sementara itu yang sekarang, digunakan untuk jalur pemberangkatan jurusan barat.

"Sementara untuk jurusan timur, selatan, dan utara, masih menggunakan jalur lama di timur, sedangkan jalur penurunan seperti sekarang. Jadi nanti bus dari timur, selatan, utara maupun jurusan barat tidak akan berbaur saat menurunkan penumpang. Dan di terminal tidak lagi ada lampu pengatur masuknya bus ke terminal."

Di lokasi perluasan, nantinya juga akan disediakan fasilitas yang dipersyaratkan, baik untuk bus maupun penumpang. Dengan perluasan itu, bus jurusan barat, begitu masuk terminal langsung menuju ke jalur penurunan di barat. Sambil menunggu jam pemberangkatan, bus bisa diparkir di jalur itu dan awak bus bisa istirahat. (sri-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA