| Sabtu, 04 Desember 2004 | SALA |
Kereta Jenazah PB X Dipindah dari SitinggilKERATON - Gerbong kereta jenazah peninggalan SISKS Paku Buwono X, mulai Kamis siang dikeluarkan dari dalam pagar Sitinggil Kidul, kompleks Keraton. Pengeluaran kereta itu harus dilakukan dengan upacara selamatan. Para petugas gabungan dari PT KA dan Keraton juga harus melepas sebuah daun pintu kompleks Sitinggil. Ir Suwadi yang ditugasi Keraton untuk mengawasi pemindahan gerbong menyatakan, hingga kemarin pekerjaan fisik yang melibatkan kurang lebih 30 orang itu berjalan lancar. Diharapkan, hingga pemindahan gerbong satunya, yakni kereta wisata, tidak terjadi hambatan, baik teknis maupun nonteknis. "Kami sudah mengadakan wilujengan. Mudah-mudahan segalanya berjalan lancar dan tidak ada hambatan," katanya, kemarin. Dia menyebutkan, pemindahan gerbong ke kandang permanen didahului dengan kenduri wilujengan yang dilakukan abdi dalem juru suranata atau ulama Keraton kurang lebih pada pukul 11.00. Setelah itu, kurang lebih 30 pekerja gabungan dari PT KA Solo dan Keraton mulai menggeser gerbong dengan menempatkan rangkaian rel untuk menggelindingkan rodanya. Lepas Daun Pintu Pemindahan secara manual itu harus tertunda sekitar 15 menit karena Ir Suwadi memutuskan untuk melepas satu daun pintu bagian barat pagar kompleks Sitinggil Kidul. Setelah daun pintu dilepas, gerbong bisa digeser dengan peralatan hidraulik dari sebuah truk milik PT KA. Roda gerbong kemudian digelindingkan di rangkaian rel yang sudah dipasang secara darurat. Hingga pukul 14.00 kemarin, gerbong berwarna putih dengan kelambu putih itu sudah berada di luar Sitinggil. Bambang Supriyanto yang ditugasi PT KA Solo memimpin pemindahan menjelaskan, secara teknis diperkirakan dalam sehari atau hingga semalam gerbong sudah di tempat barunya, yakni di bagian timur sisi utara Alun-alun Kidul atau sayap kanan Sitinggil Kidul. "Kalau dilihat materinya, ini pekerjaan yang tidak terlalu berat. Karena itu dalam dua hari saya kira sudah selesai. Sejak dimulai kemarin (Kamis-Red), tidak ada hambatan. Mudah-mudahan lancar hingga semuanya selesai," ujar Bambang. Mengenai tempat baru yang permanen itu, menurut Ir Suwadi, belum seluruhnya siap. "Karena posisi gerbong tidak dipindah-pindah lagi, konstruksi tempatnya juga permanen dan pas dengan ukuran gerbong. Jadi urutannya, dibikin landasan rel dan separo tiang penyangganya. Adapun separo tiang yang lain dibangun kalau gerbong sudah tiba. Selanjutnya baru dibuat atap," tutur Ir Suwadi. Dia menyebutkan, rancang bangun antara tempat gerbong wisata dan jenazah, sama, tetapi ukurannya berbeda. Kereta wisata lebih panjang sehingga kandangnya berukuran 17,5 meter X 5,5 meter, sedangkan gerbong jenazah berukuran 15,5 meter X 5,5 meter. (won-17i) |