logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SALA
Line

Pemotongan Pesawat Hati-hati

  • Dua Versi Jumlah Korban

SOLO- Kegiatan pemotongan bangkai pesawat Lion Air MD-82 dengan nomor penerbangan JTO 538 terus berlangsung, kendati diguyur hujan sejak pagi hari, kemarin.

Sejumlah petugas berhasil memotong bagian moncong pesawat yang patah dan nyungsep di pemakaman Desa Ngesrep, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dan mengangkat mesin pesawat.

Setelah memotong dan mengangkat bagian pesawat yang patah di bagian moncong, serta mengangkat mesin, para petugas memotong bagian badan depan sayap pesawat. Para petugas terlihat hati-hati, tidak asal memotong dengan menggunakan las karbit.

Sikap hati-hati itu dilakukan karena diduga masih ada sisa avtur (bahan bakar pesawat) yang peka terhadap api, meski sebenarnya cadangan avtur sudah dikuras dari tangkinya. Hal itu dilakukan karena beberapa petugas sempat melihat ada cairan yang mengucur dari dalam badan pesawat.

Selain itu juga ada beberapa instrumen dan panel-panel pesawat yang harus dilepas sebelum bagian pesawat dipotong-potong. ''Kami harus hati-hati, karena ada sejumlah instrumen pesawat yang harus diselamatkan lebih dulu, sebelum dipotong-potong," ujar seorang petugas.

Hati-hati

Anggota Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), J Tumenggung, di lokasi kecelakaan terlihat memerintahkan anggota tim investigasi untuk mengamankan spoiler yang ada di kedua sayap. Alat yang dihidupkan untuk menahan laju kecepatan pesawat itu diamankan karena diketahui tidak berfungsi ketika mendarat.

"Belum mendapat banyak data untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan. Kami akan terus melakukan investigasi, meskipun pekerjaan pemotongan pesawat selesai," katanya.

Sementara itu di tempat terpisah, Ketua Posko Lion Air, Ari Azhari, ketika ditanya soal adanya perbedaan jumlah korban tewas dalam kecelakaan itu, tidak banyak komentar. Dia mengaku baru saja datang dari Jakarta. "Kami sekarang bertugas mengurusi korban dan barang-barang penumpang. Soal korban jiwa, silakan tanya ke posko bandara. Juga soal barang-barang itu, saya belum tahu berapa yang sudah mengambil. Tapi sudah ada beberapa keluarga korban yang mengambilnya," katanya singkat.

Munculnya dua versi jumlah korban tewas, setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan dua versi saat mengunjungi para korban di rumah sakit. Versi Posko Bandara menyebutkan korban tewas 26 orang, sedangkan daftar dari Lion Air 25 orang.(sri,san-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA