logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 PANTURA
Line

Penderita ISPA Melonjak

BUMIAYU - Musim pancaroba yang melanda wilayah Brebes selatan, beberapa hari terakhir berdampak buruk pada kesehatan warga.

Mereka menderita penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan infeksi saluran pencernaan. Penyakit ISPA yang diderita antara lain influenza, radang tenggorokan, dan bronkitis. Sementara itu, infeksi saluran pencernaan adalah diare, disentri, dan tifus.

Para penderita mulai mendatangi puskesmas terdekat di kota kecamatan sejak sepekan lalu. Seperti terlihat di Puskesmas Kecamatan Bumiayu, sejak Selasa (23/11) sedikitnya 300 pasien dari berbagai daerah berobat di tempat itu. Jumlah tersebut terhitung empat kali lipat dibandingkan dengan hari-hari biasa yang hanya mencapai 100 pasien. Lonjakan jumlah pasien bahkan terlihat semakin meningkat dari hari ke hari.

Anak-anak dan Lansia

"Kemarin kami menerima 400 pasien penderita ISPA," tutur Kepala Puskesmas Bumiayu dr Atjep Sudradjat.

Sebagian besar pasien adalah kalangan kelompok usia anak-anak dan lansia. Mereka langsung mendapat penanganan dokter yang bertugas. Penderita yang mengalami penyakit ringan langsung mendapat pengobatan dan diperbolehkan menjalani rawat jalan. Sementara itu, penderita yang mengalami kondisi kritis terpaksa menjalani rawat inap di gedung perawatan.

Salah seorang pasien dari Desa Pangebatan, Kecamatan Bantarkawung, Sofiati (55), mengaku mengalami gejala flu dan demam sejak tiga hari terakhir. "Apalagi jika keluar rumah waktu hujan, paginya badan saya terasa panas dingin," ujar dia.

Sementara itu pasien lain, Indah Setyawati (12), menyatakan sering mencret dan perut mual-mual.

Kepala Puskesmas mengimbau masyarakat mewaspadai perubahan musim yang terjadi beberapa hari terakhir. Peralihan dari cuaca panas menjadi hujan menyebabkan perubahan suhu lingkungan secara mendadak, Apabila kondisi tubuh tidak fit mengakibatkan rentan penyakit. Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan diri lingkungan termasuk makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Dia mengungkapkan, gejala ISPA terjadi akibat kuman penyakit yang berasal dari udara. "Udara di sekitar kita membawa berbagai kuman penyakit masuk ke dalam tubuh," kata Atjep.

Sementara itu, penyakit infeksi saluran pencernaan terjadi dari media air di lingkungan sekitar.(on-74j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA