| Sabtu, 04 Desember 2004 | PANTURA |
Wanita Juga Suka Sepak BolaMEMILIKI hobi olahraga memang menyengangkan. Selain tubuh sehat juga banyak teman. Bahkan lebih dari itu, bisa menumbuhkan pengetahuan ataupun ide-ide baru. "Yakin, dengan olahraga tubuh bisa segar. Manfaat lain, saat bertemu di lapangan bisa untuk canda sekaligus berbagi rasa," ujar Ny Sri Purwaningsih SH. Bagi warga pecinta sepak bola di Batang, wajah Mbak Pur, nama pangggilan akrabnya, sudah tidak asing lagi. Setiap kesebelasan Persibat bentanding di Stadion Gelora, dia selalu kelihatan. Dia memang satu-satunya wanita yang dilibatkan dalam kepanitiaan saat turnamen Divisi PSSI berlangsung di Batang, beberapa waktu lalu. Apa alasannya sampai dia bersedia terjun berbaur dengan olah raga yang mayoritas penggemarnya kaum pria itu? "Saya memang dasarnya gemar olahraga. Jadi apa pun bentuknya, saya tetap suka," ujar alumnus Fakultas Hukum Unissula Semarang tahun 1991 yang kini menjadi karyawan Dipenda Kabupaten Batang itu. Dia berpendapat, dengan olahraga, dia bisa menjalin persahabatan lebih luas. Bahkan pada akhirnya akan lebih mengakrabkan menjadi seperti saudara. "Contohnya, sekarang saya bergabung dengan klub tenis ibu-ibu. Rasanya seperti bermain dengan keluarga sendiri, bermain penuh candaria," ujar istri Dr Ir Ananto Aji MSP, dosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila). Olahraga benar-benar digelutinya sejak bangku SD sampai sekarang. Semua dilakoninya dengan senang hati. Namun kebanyakan olahraga yang menggunakan bola yang disenanginya. "Dulu pada waktu SD senang main bekel dan kasti, SMP meningkat pada bola voli dan basket sampai SMA." Kegemaran itu dilanjutkannya sampai di perguruan tinggi. Bahkan selepas lulus dari perguruan tinggi lalu bekerja di Pemerintah Kabupaten Batang, olahraga tetap menjadi idolanya. "Namun setelah berumah tangga, justru sekarang olahraga yang saya tekuninya kembali ke bola yang kecil. Main tenis satu minggu empat kali, kalau di kantor juga ada olahraga dengan bola, yakni biliar," ujar ibu Wimzy Rizki Prabhata, pelajar kelas I SMP 3 dan Dania Fitratiara, pelajar kelas 5 SD Proyonanggan 5 yang humoris itu. Dia berharap pada masyarakat untuk gemar berolahraga dan selalu menjadikannya kebiasaan. Karena dengan olahraga, badan akan sehat, tidak mudah terserang penyakit. Tidak hanya itu, olahraga juga bisa menjadikan seseorang terkenal. Sebut saja, lari atau bela diri. "Olahraga ini murah, tapi bisa membuat seseorang terkenal. Dari cabang atletik lari misalnya, ingat pelari cepat kita dr Mohammad Sarengat, itu asli Batang. Karena itu, sudah saatnya generasi muda mengikuti jejaknya." Sri Purwaningsih menambahkan, warga Batang boleh bangga karena cabang olahraga sepka bola di Batang mulai bangkit. Hal itu seiring dengan kembalinya Persibat di bawah kepemimpinan Bupati Bambang Bintoro SE sebagai Ketua Umum masuk Divisi Nasional. "Ini membuktikan, olahraga bisa membawa nama dan daerah dikenal orang." (Arif Suryoto-34n) |