logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 PANTURA
Line

27 Desa Rawan Longsor

  • Warga Diminta Hubungi Pos Satlak

BATANG - Sedikitnya 27 desa di wilayah Kabupaten Batang termasuk daerah rawan longsor. Sebagian desa itu berada di selatan dan di dataran tinggi.

Setiap memasuki musim penghujan, warga selalu cemas karena khawatir tertimpa longsoran. Kekhawatiran itu dialami warga yang berdomisili di Dataran Tinggi Dieng yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Banjarnegara, yaitu Desa Gerlang, Kecamatan Blado dan Desa Pranten, Kecamatan Bawang.

"Kemudian Sigandul yang masuk Desa Mojotengah, Kecamatan Reban. Khusus Sigandul ini memang sedikit berbeda dari perkampungan lain, karena dengan induk desa saja letaknya sangat jauh. Harus ditempuh sekitar tiga jam menaiki dan menuruni tiga bukit," ungkap Kepala Badan Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Drs H Wiharto Saputro MM, kemarin.

Sehubungan dengan munculnya kerawanan akibat tanah longsor itu, di kantornya kini sudah dibuka selama 24 jam Pos Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB). Ada dua petugas jaga yang terbagi dalam tiga giliran.

"Bila ada bencana segera laporkan ke Pos Satlak dengan nomor telepon 0285-392344 sehingga kami bisa dengan cepat memberikan pertolongan," ungkap Kabid Linmas Abdiwiyono SH.

Salah satu bangunan yang longsor adalah talud Pasar Bawang di Desa Candigugur. Ketinggiannya 8.5 meter dan lebar 1,5 meter.

Jauh dari Jangkauan

Berkaitan dengan hal itu, masyarakat diimbau peran dan partisipasi serta bantuannya dalam rangka membantu Satlak PB. Hal itu mengingat beberapa desa jauh dari jangkauan.

"Yang memiliki pesawat handy talky (HT) terutama anggota ORARI, RAPI, dan Yanmas bisa saling kirim berita lewat udara. Yang menggunakan handphone (Hp) bisa menghubungi kantor kecamatan, polisi, atau langsung menghubungi Pos Satlak PB," imbau Wiharto.

Menurut pandangan dia, ada beberapa cara penangulangan bencana tanah longsor. Segera mengungsi ke daerah yang aman jika tempat tinggal sudah terancam dengan gejala-gejala tanah retak dan mudah bergerak.

"Segera menutup retakan tanah dengan tanah lempung yang kemudian dipadatkan agar air tidak masuk melalui celah-celah yang sudah terbelah itu. Laporkan secepatnya kepada aparat desa begitu ada tanda-tanda keretakan tanah."

Mengenai pencegahan bencana tanah longsor, dapat dilakukan dengan tidak mendirikan permukiman di pinggir atau di bawah tebing yang terjal. Di samping itu, tidak melakukan penggalian di bawah tebing, apalagi yang terjal dan curam.(ar-42j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA