| Sabtu, 04 Desember 2004 | OLAHRAGA |
Tiket Termurah Diborong CaloKUTAI KARTANEGARA - Animo masyarakat Tenggarong, Kutai Kartanegara untuk menyaksikan jalannya pertandingan tinju kelas bulu (57,1kg) antara Christian "Chrisjon" Johanes (Indonesia) melawan Jose "Cheo" Rojas di Stadion Rondong Demang semalam, terbukti sangat besar. Tiket yang disediakan panitia ludes dibeli penonton. Sayangnya, sebagian besar dari tiket tersebut diborong oleh calo. Tiket yang diborong calo adalah tiket berharga murah meriah, yaitu Rp 5.000/lembar. Oleh para calo, tiket itu kemudian dijual ke penonton dengan harga Rp 7.000/lembar. "Tiket sudah habis. Ini saya punya harganya Rp 7.000/lembar," kata Suyanto, warga Loa Janan, salah satu calo ketika menawari Suara Merdeka beberapa lembar tiket. Penonton yang mengantongi tiket tersebut berdiri di siri ring. Jumlah mereka mencapai sekitar lima ribu orang. Suyanto dan sejumlah teman-temannya menjajakan tiketnya persis di pintu masuk utama. Dari tiga pintu masuk di Stadion Rondong Demang, mereka mengumpul d pintu utama sebab pintu tersebut paling banyak dipergunakan untuk arus keluar masuk penonton. Sebagian calo ada yang sudah memborong tiket sekitar pukul 15.00 Wita. Namun, di antara mereka ada yang membeli antara pukul 17.00-18.00 Wita. Bagi masyarakat yang tak mengetahui letak ticket box, terpaksa membeli kepada calo. Takut Kehabisan "Daripada nggak kebagian tiket, membeli ke calo tak apa-apa. Selisihnya kan hanya Rp 2 ribu/lembar," kata Jasan, warga Tenggarong ketika membeli satu lembar. Walaupun memborong tiket, para calo tak berani mengambil untung terlalu besar. Mereka hanya menaikkan harga tiket Rp 2.000. Lain halnya kalau yang dijual tiket untuk pertandingan sepakbola, biasanya mereka menaikkan harganya 100 persen. "Saya tak mau memborong tiket banyak karena belum mengetahui seberapa jauh animo masyarakat sini terhadap olahraga tinju. Ini baru pertama kali diadakan di Stadion Rondong Demang," ujar Agus Suyitno, warga Kampung Melayu yang menjadi calo Tiket yang habis terjual tampaknya hanya tiket yang murah meriah. Untuk tiket yang dijual Rp 1,5 juta dan Rp 1 juta/lembar, tak semuanya habis. Buktinya, dari kursi yang disediakan, sebagian masih tampak kosong. Kalaupun tampak diduduki, mereka adalah insan pers dan pihak panitia yang diminta duduk manis oleh panitia dari Indosiar karena tak diperkenankan wira-wiri. Suasana stadion kebanggaan warga Tenggarong tersebut tampak gemebyar. Pasalnya, panitia menyediakan listrik 40 ribu watt. Itu untuk menerangi sekitar ring, ring sendiri, dan aneka lampu yang dipasang pihak Indosiar. (A2-77) |