logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 NASIONAL
Line

5 Tewas Minum Ramuan Dukun

  • Korban Pasangan Suami Istri

MASUK AMBULANS: Dua dari lima korban tewas secara beruntun adalah pasangan suami istri Ropi'i dan Masturoh, warga RT 6 RW 2 Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal. Jenazah korban saat digotong ke mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit, kemarin. (79)

SLAWI-Lima warga Tegal, Jumat kemarin, tewas secara beruntun di tempat terpisah. Mereka tewas diduga akibat meminum air kembang setaman yang diramu oleh seorang dukun untuk memperoleh kekayaan. Dua korban lainnya pingsan dan seorang selamat karena menolak minum ramuan maut tersebut.

Kapolres Tegal AKBP Tri Nugroho menegaskan, kasus tersebut merupakan praktik perdukunan.

"Pelakunya yang mengaku sebagai dukun sudah kami tangkap," ungkapnya. Tersangka pelaku itu berinisial Is, warga Bumijawa Tegal.

Kasus tersebut menggemparkan masyarakat di wilayah itu, karena secara beruntun, dalam waktu bersamaan di tempat berbeda, lima korban tewas setelah minum kembang setaman pemberian Is. Sedangkan dua korban yang lain pingsan beberapa jam dan kini sudah siuman. Yang lebih menggemparkan lagi, para korban itu terdiri atas tiga pasang suami-istri.

Korban tewas yang kali pertama diketahui adalah pasangan suami istri, Ropi'i (55) dan Masturoh (50). Warga RT 6 RW 2 Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, itu diketahui tewas Kamis (2/12) pukul 23.50.

Satu jam kemudian dua anak korban, Baroyah (18) dan Sairoh (17), mendapat kabar bahwa Sarnadi (45), adik Ropi'i, sekitar pukul 24.00 juga meninggal.

Warga RT 6 RW 1 Desa Kabukan, Kecamatan Tarub, itu diketahui meninggal dunia oleh Ny Wiji (90), ibu kandungnya. Korban meninggal setelah menenggak air kembang setaman. Sedangkan Tasmirah (30), istrinya, selamat dari maut karena menolak minum air kembang setaman tersebut.

Tewas Beruntun

Korban tewas berikutnya adalah Suparman (50) warga RT 1/RW 3, Desa Kalisalak, Kecamatan Margasari. Dia minum air setaman bersama istrinya, Wasriah (45). Korban sejak pukul 23.00 kejang-kejang dan mengeluarkan suara seperti orang mendengkur.

Sementara itu, sang istri merasa kepalanya pusing luar biasa. Namun dia masih bisa berteriak-teriak memanggil anak pertamanya, Saefullah (25).

"Kulo mireng suara gedebuk. Terus kulo langsung ngomong kalih putra kulo. Kaeh bapane tiba soko kasur. Terus kulo pun mboten kelingan napa-napa (Saya mendengar suara gedebuk. Lalu saya langsung berkata ke putra saya. Itu bapaknya jatuh dari kasur. Terus saya sudah tidak ingat apa-apa)," tutur Wasriah yang mengaku baru siuman sekitar pukul 04.00.

Saefullah mengatakan, bapaknya meninggal sekitar pukul 02.00. Sedangkan ibunya yang pingsan segera mendapat pertolongan dari keluarga dekat dan tetangga.

Suami istri lain yang menjadi korban adalah pasangan Suharjo (55) dan Rochimah (42), warga RT 3 RT 1 Desa Pesarean, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Keduanya setelah minum bunga setaman, pukul 23.00 kejang-kejang dan mengeluarkan suara seperti orang mendengkur.

Sekitar lima puluh menit kemudian Rochimah sudah terbujur kaku, sedangkan Suharjo pingsan. Anggota keluarganya membawa kedua korban ke RSU Islam PKU Muhammadiyah, Desa Singkil, Kecamatan Adiwerna, sekitar 500 meter dari rumah korban.

Kabag Ops Polres Tegal AKP E Zaenal Mutakin dan Kasatreskrim Iptu Syaeful Wahyudi mengatakan, pihaknya kini memeriksa puluhan saksi yang diduga mengetahui kegiatan para korban. "Kami baru mengamankan barang-barang yang diduga diminum korban," tuturnya.

Kapolres Tegal AKBP Tri Nugroho menegaskan, kematian korban tersebut diduga kuat karena kasus perdukunan. Polisi sudah menahan dan memeriksa dukun yang memberi ramuan kepada para korban.

"Kasus ini terjadi karena praktik perdukunan," kata dia.

Menurut Kapolres, berdasarkan pemeriksaan sementara, para korban datang ke dukun yang berinisial Is untuk meminta usahanya sukses dan bertambah rezeki.

"Lantas, Is memberikan ramuan dan minuman yang sudah dijampi-jampi. Ramuan ini diminum para korban. Untuk sementara, para korban tewas itu diduga akibat meminum ramuan ini."

Namun polisi masih menelusuri lebih lanjut kasus itu. Termasuk, ramuan dari Is telah dikirim an dan diteliti di Puslabfor Polda Jawa Tengah.

"Kami masih menunggu hasil penelitian Labfor tentang ramuan itu. Apakah ramuan itu mengandung racun atau tidak," kata dia.

Korban tewas telah dibawa polisi ke RS Susilo untuk divisum. "Dari lima korban tewas itu, satu jenazah sudah dimakamkan. Sedangkan empat mayat lainnya masih di RS karena akan diautopsi."

Dua korban yang juga meminum ramuan tersebut bisa diselamatkan. "Keduanya dilarikan ke RS, tapi sekarang sudah diperbolehkan pulang."

Menurut Kapolres, pihaknya telah mengejar Is. "Dan hari ini Is langsung kami tangkap dan periksa di Mapolres," jelas Kapolres. Is ditangkap di rumahnya di daerah Bumijawa, Slawi. Polisi mengetahui Is yang membuat ramuan, setelah memeriksa sejumlah saksi.

Hasil keterangan sementara, Is mengaku telah membuat ramuan itu dan memberikannya kepada para korban.

"Keterangan lainnya masih kami dalami, termasuk apakah masih ada orang lain yang diberi ramuan tersebut," ujarnya.

Juga dia menjelaskan, ramuan-ramuan itu diberikan Is kepada para korban saat pertemuan di rumah Ropi'i, di Desa Kupu, Kecamatan Dukuh Turi, pada Kamis (2/12).

"Jadi, Is yang datang ke rumah Ropi'i itu. Ramuan itu harus diminum menjelang pukul 00.00," kata dia. Namun, dua jam setelah meminum ramuan itu, para korban berjatuhan. (D12,wn,S9,dtc-33t)

Nama & keterangannya:

Ropi'i (55) Desa Kupu, Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, Tewas

Masturoh (50) Sama di atas, Tewas

Suharjo (50) Desa Pesarean Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, Pingsan

Rochimah (42) Sama di atas Tewas Sarnadi (45) Desa Kabukan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal, Tewas

Suparman (50) Desa Kalisalak Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal, Tewas

Wasriah (45) Sama di atas, Pingsan

Casmirah (30) istri Sarnadi menolak minum air kembang setaman sehingga selamat.

Sumber: Satreskrim Polres Tegal


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA