logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SEMARANG
Line

Colok Anus Deteksi Kanker Usus

SEMARANG- Para tenaga medis diharapkan memperhatikan ketidaktahuan masyarakat mengenai gejala awal kanker usus. Itu bisa dilakukan ketika mereka melakukan penyuluhan, pencegahan, dan pengobatan.

Untuk mengetahui indikasi awal penyakit tersebut, menurut Prof dr I Riwanto SpB KBD, cara yang paling efektif yang harus dilakukan oleh dokter adalah dengan memasukkan tangan ke anus pasien atau dengan istilah medis colok anus.

"Keseganan dan perasaan jijik dokter untuk melakukan tindakan tersebut justru akan memperparah kondisi pasien," ujar dia pada Simposium Pembedahan Ano-Kolorektal di Hotel Patra Semarang, belum lama ini.

Pada kasus gangguan buang air pasien, colok anus itu akan mampu membedakan gangguan tersebut gejala wasir atau kanker usus. Itu menjadi penting untuk analisis medis selanjutnya. Apalagi, kanker usus dapat menyebabkan kematian.

"Melalui colok anus, dua penyakit itu dibedakan dari benjolannya. Pada kanker usus, benjolan terasa keras dan rapuh, sedangkan wasir relatif lunak. Secara umum, gejalanya berak darah, berat badan turun, sering kembung, muntah (kotoran), dan rasa tidak puas setelah buang air besar."

Dia juga menjelaskan, stadium kanker usus terbagi menjadi empat. Yakni, stadium A yang menyerang selaput lendir usus dengan kemungkinan pasien sembuh 80-100%, stadium B yang menembus otot dan lapisan luar usus dengan tingkat kesembuhan 60%, stadium C yang menyerang kelenjar getah bening memiliki kemungkinan kesembuhan 40%, dan stadium D yang sudah menyebar ke hati, paru-paru, dan tulang dengan tingkat kesembuhan hanya 10%.(hrn-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA