logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SEMARANG
Line

"Mbah Sagiyem, Pulanglah"

WAJAH Iwan Paimin SE, warga Puspanjolo tampak kusut. Sambil membawa foto orang tua satu-satunya, Ny Sagiyem (70), dia bertanya kepada setiap orang yang ditemuinya di jalan raya. Sore kemarin, dia terlihat di jalan sekitar Pedurungan, setelah seharian menyisir jalan-jalan wilayah Srondol dan Banyumanik.

"Saya anak bungsu. Selama ini Ibu tinggal dengan saya. Memang, biasanya Ibu pergi tanpa pamit. Kami baru sadar bahwa Ibu benar-benar hilang," ujar dia terbata-bata kepada Suara Merdeka.

Iwan tak menyangka, Rabu (24/11) malam merupakan pertemuan terakhir dengan ibu tercinta. Saat itu Ny Sagiyem keluar rumah malam-malam tanpa pamit. Hal itu biasa dilakukan ibunya semenjak kematian ayahnya tercinta enam tahun lalu. Iwan pikir, ibunya cuma keluar rumah untuk mengobrol dengan tetangga samping rumah seperti biasa.

Pagi harinya, dia mencoba melacak kepergian ibunya. Ternyata, sang ibu pergi ke tempat Saidi yang tinggal di Cengklik, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Saidi tercatat sebagai saudara ibunya yang selama ini sering disambangi.

"Saat itu saya pikir Ibu akan pulang. Tapi, beberapa hari kemudian Ibu pergi dari rumah Saidi tanpa pamit. Sejak itulah Ibu tidak sampai rumah hingga sekarang," ceritanya.

Sadar bahwa ibunya hilang, Iwan bersama ketujuh saudara kandungnya menggelar rapat keluarga, kemarin. Lantas, mereka berbagi tugas untuk mencari Ny Saginem di segala penjuru kota.

Iwan menceritakan, ciri-ciri Ny Sagiyem antara lain kulit sawo matang, mengenakan kebaya, tinggi sekitar 160 cm, rambut agak beruban, dan sudah pikun. Iwan tak tahu, saat itu ibunya mengenakan kebaya warna apa. Tapi biasanya memang mengenakan kebaya dan tas kecil yang berisi pakaian ganti.

"Menurut informasi tetangga rumah, Senin (29/11) lalu Ibu terlihat jalan kaki di sekitar Banyumanik. Berbekal informasi itulah kami mencarinya di jalan-jalan dan lapor ke polisi," imbuhnya.

Ya, kemarin dia pergi ke Polwiltabes Semarang Jl Dr Sutomo untuk melaporkan kepergian ibunya itu sekaligus minta bantuan polisi. Sebagai anak bungsu yang sehari-hari tinggal bersama ibu, Iwan merasa sangat kehilangan.

Dia sangat berharap, siapa pun yang bertemu dengan orang tua dengan ciri-ciri seperti itu bisa menghubunginya di Jl Pusponjolo Dalam VII/19 Semarang atau telepon (024) 7615805. (Widodo Prasetyo-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA